Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist).

06 Desember 2018 14:10:16 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET.news - Polres Pagaralam telah menyelamatkan 13.616 pemuda di Kota Pagaralam dari pengaruh minuman keras. Hal ini dampak dari terbongkarnya gudang penyimpanan miras di jalan Simpang Manak-Tanjung Payang, diduga milik agen besar di kawasan Bioskop Lama.

Bagaimana tidak, dari hasil sitaan miras diamankan sebanyak 6.808 botol dalam 277 dus miras merk vodka, anggur merah, newport dan asoka. Jika dalam satu botol dua pemuda yang menenggak barang haram tersebut, maka 13.616 yang terpengaruh miras. ‎ Bukan tidak mungkin, 13.616 pemuda yang terpengaruh miras dapat melakukan hal-hal melanggar hukum seperti perampokan, pembunuhan dan lainnya. Terlebih lagi, dampak dari miras dan narkoba sudah terjadi tiga kasus di Kota Pagaralam belakangan ini.

Pemuda Masjid Kot‎a Pagaralam Amir Abdullah mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh atas tindakan yang dilakukan Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji. Untuk itulah, pihaknya mendukung agar dibentuknya peraturan yang mengatur masalah miras ini seperti Perwako atau Perda. "Kami kerap mendengar kabar adanya razia miras. Ketika dirazia penjual miras sepi. Namun, ketika tidak dirazia maka penjual akan bertambah ramai. Dengan terbongkarnya gudang miras ini kami meminta untuk ditindak tegas," ungkapnya.

Dikatakan Amir, miras jika diminum seseorang dapat merubah pandangan dan perasaan orang yang meminumnya. Apalagi, jika sudah mabuk maka peminum miras bisa melakukan apa saja yang di luar aturan. Untuk itu, agama islam mengharamkan meminum minuman yang memabukan. "Alhamdulillah cukup banyak pemuda yang selamat dari pengaruh miras. Kami berharap, Polres Pagaralam terus mengungkap agen-agen lainnya baik miras maupun narkoba. Sebab, cukup banyak pemuda yang rusak akibat miras dan narkoba," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji mengatakan, untuk penggerebakan miras ini pihaknya akan memproses sampai dengan tuntas. Dimana, sanksi kepemilikian, kalau ada perda atau tidak, akan dilakukan. Hal ini mengingat banyaknya dukungan masyarakat Kota Pagaralam seperti ulama, ustadz dan tokoh masyarakat untuk mengungkap miras dan narkoba. "Kejadian di Kota Pagaralam seperti miras dan narkoba akan ditindak serius. Secara diam-diam kita melakukan pengungkapan karena barang haram tersebut memang ada. Ketika sudah pasti kita tindak tegas," ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres, mengenai kepemilikan gudang tempat penggerebekan, pihaknya belum mengetahuinya. Namun, segera diketahui dan akan dipanggil. Karena, kalau ada izin penjualan, mengapa pemilik menempatkannya secara vurgal bahkan ditumpuk dengan air mineral. "Kalau ada izin, dipajang saja seperti di sini menjual minuman keras. Namun, jika tidak ada‎ jelas akan diproses dan barang ini merupakan barang gelap," tukasnya.

Reporter : Yayan Darwansyah Editor : Zul Mulkan 175