Berita :: GLOBALPLANET.news

Datuk Sima Rajo (baju hitam) berjabat tangan dengan Kadispar Palembang Isnaini Madani, Senin (10/12/2018). (Foto: Ist)

10 Desember 2018 18:45:39 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kerapatan Adat Nagari Padang yang diketuai Datuk Sima Rajo mengunjungi Dinas Kebudayaan Kota Palembang bertempat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II kawasan BKB Palembang, dalam rangka silaturahmi dan pertukaran informasi mengenai persamaan dan perbedaan adat masing-masing, Senin (10/12/2018).

Datuk Sima Rajo mengatakan, bahwa dirinya merasa senang dapat berkunjung ke Kota Palembang, lantaran untuk mengenal adat serta budaya di kota pempek ini. Menurutnya, antara adat Padang dan Palembang tidak jauh beda karena sama satu suku melayu.

"Suku di Padang Sumatera Barat adalah suku yang mengutamakan adat istiadatnya, seperti contohnya adalah kepemimpinan, sebuah desa atau tempat, biasanya di pimpin oleh seorang Datuk," terang Datuk

Selain itu, dalam adat pernikahan, biasanya acaranya di iringi dengan musik daerah, yaitu berupa Saluang, yaitu alat musik berbentuk seruling. 

"Contohnya, ada salah satu daerah di Pariaman, dimana dalam adat lamaran, mempelai wanita lah yang memberikan mahar terhadap pria. Kemudian dalam adat istiadat silsilah pembagian harta warisan, anak wanita lebih dikedepankan dari pada anak pria," ujarnya

Sementara itu, pemangku Adat Palembang, Raden Ali Hanafiah berkata, secara keseluruhan dirinya sangat senang dikunjungi Datuk Sima Rajo dari Padang ini lantaran bisa mengenal budaya satu sama lain.

Menurutnya, sebuah kebudayaan atau budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Dimana, Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, bahkan karya seni.

 "Budaya ini seperti bahasa yang merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia, sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis," ujar dia.

Dirinya berharap, silatirahmi ini bisa berjalan dengan erat, mengingat suku serta budaya Palembang tidak jauh berbeda dengan Padang lantaran dari suku Melayu.

"Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism," jelasnya.

Kedatangan Rombongan dari Kota Padang Panjang ini disambut dengan alunan musik Tanjidor dan pemasangan tanjak oleh pemangku adat Palembang. Selain itu, pihak Dinas Kebudayaan memberikan sajian khas Palembang berupa kue, seperti Dadar Jiwo, Srikaya dan Ragit. Dimana, dalam menyajikan ini mempunyai filosofi tersendiri yang mengagungkan tamu berkunjung.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 216