Berita :: GLOBALPLANET.news

Korban Sujito bersama sejumlah warga saat berada di PN Sekayu. (Foto: Amarullah Diansyah)

28 Desember 2018 15:52:01 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Sidang praperadilan kasus perampokan yang diajukan Sutonik, Salasun Tamamu dan Sugeng Purwanto (tiga dari lima tersangka perampokan) dalam hal ini disebut pihak pemohon, melawan Polsek Sungai Lilin di Pengadilan Negeri Sekayu telah berakhir.

Sidang praperadilan yang berlangsung dengan dua nomor perkara berbeda tersebut menimbulkan kesan tersendiri, baik bagi korban maupun warga Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sungai Lilin dan sekitarnya. Sebab, permohonan salah satu pemohon yakni Sutonik dikabulkan oleh hakim tunggal Rizkyansyah.

Akibatnya, status tersangka Sutonik dicabut dan harus dibebaskan oleh pihak kepolisian. Sedangkan permohonan pemohon lainnya yakni Salasun Tamamu dan Sugeng Purwanto ditolak secara seluruhnya oleh hakim tunggal Andi Wiliam Permata.

Mendapati hal itu, korban yakni Sujito dan sejumlah warga mendatangi Pengadilan Negeri Sekayu. Kedatangan tersebut bertujuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat permohonan Sutonik dikabulkan dan sekaligus menyampaikan rasa kekecewaan.

"Di Kecamatan Sungai Lilin itu sering terjadi perampokan, kami bersyukur bisa terungkap kali ini. Tapi, kenapa bisa jadi begini keadaannya, Sutonik dibebaskan," ujar korban Sujito, saat dibincangi di PN Sekayu, Jumat (28/12/2018).

Kabar menangnya tersangka Sutonik di praperadilan, sambung dia, diketahui pada Kamis (27/12/2018). Karbar itu langsung menimbulkan respon yang luar biasa dari pihaknya dan warga, karena muncul kembali kekhawatiran akan timbulnya gangguan keamanan.

"Kami dapat kabar sutonik lepas itu kok bisa. Saat perampokan terjadi, saya mengenali mereka dari ciri-ciri fisik, mereka itu tetangga karena rumahnya tidak jauh dari rumah saya, jadi saya tahu," terang dia.

Dalam keseharian pula, kata Sujito, kelimanya (Salasun Tamamu, Sutonik, Sugeng Purwanto, Narto dan Sarwono dikenal sering membuat resah. Sehingga membuat warga kurang setuju dengan tingkah laku kelimanya. "Saya sangat kecewa," kata dia.

Bahkan, lanjut dia, dalam reka ulang yang dilakukan pihak kepolisian, kelimanya mengaku melakukan perampokan dengan peran yang berbeda-beda dan membawa senjata api.

"Saya ini korbannya, pintu rumah saya dijebol pakai kayu balok, mereka masuk dengan membawa senjata api. Saya, istri, dan anak-anak disekap dan dipukuli," beber dia.

Hal senada juga dikatakan Prayitno, warga Kecamatan Sungai Lilin ini menuturkan, setelah berkali-kali terjadi, baru kali ini kasus perampokan besar di Sungai Lilin terungkap. Namun sangat disayangkan, setelah berhasil ada salah satu pelaku dibebaskan karena menang saat praperadilan.

"Perampokan besar di Sungai Lilin baru kali ini terungkap. Saya juga pernah jadi korban perampokan 2010 lalu, saya dan keluarga disekap dan disiksa, tapi kasus itu tidak terungkap. Sekarang, saat kasusnya terungkap, jadi begini," terang dia.

Diceritakan Prayitno, tiga hari sebelum perampokan terjadi, tersangka Salasun Tamamu dan Narto diduga mencuri sepeda motor, lantaran barang bukti sepeda motor ditemukan.

"Kita ini sudah seperti pelanggan perampok. Kalau kehilangan motor di desa sudah tidak tehitung lagi. Saat pelaku tertangkap lalu bebas, itu perampok merdeka, polisi jadi malas bekerja kalau begini," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain sering melakukan perbuatan buruk di desa, kelimanya juga dikenal sering menggunakan narkotika. "Kalau narkotika mereka sering pakai di desa, di sembarang tempat. Jika kita lihat ada mobil berhenti dan ada mereka, itu pasti sedang pakai narkotika," terang Prayitno.

Sementara itu, Humas PN Sekayu, Andi Wiliam Permata mengatakan, terkait vonis pemohon Sutonik yang diterima dalam praperadilan, hakim memiliki kebebasan pendapat terutama dalam memutuskan perkara. "Itu kebebasan pendapat hakim dan sah," tegas dia.

Kendati begitu, sambung Andi, meskipun permohonan pemohon diterima, pihak penyidik dalam hal ini kepolisian, masih dapat melakukan penyelidikan ulang dengan catatan harus menggunakan bukti-bukti baru. "Nah, kalau soal itu (penyelidikan ulang), teknisnya penyidik," tandas dia.

Sebelumnya, dalam sidang praperadilan dengan pemohon Sutonik, hakim tunggal Rizkyansyah, dalam putusannya menyatakan menerima permohonan pemohon. Dengan diterimanya permohonan tersebut, membuat proses penangkapan terhadap Sutonik dinilai tidak sah.

Sekedar mengingatkan, Salasun Tamamu, Sugeng Purwanto, Sutonik, Narto, dan Sarwono ditangkap jajaran Polsek Sungai Lilin di lima temlat berbeda. Kelimanya ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan di Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sungai Lilin, pada Minggu (28/10/2018) lalu.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 444