Berita :: GLOBALPLANET.news

Korban Zainal (dua dari kanan) bersama tim kuasa hukumnya saat menunjukkan foto tanahnya. (Foto: Rio Siregar)

03 Februari 2019 19:02:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Merasa tanah miliknya diduga telah dirusak dan diserobot oleh developer, Zainal Arifin Firdaus melapor ke Polda Sumsel.

Oknum developer yang dipolisikan berinisial JS dan kawan-kawan, dengan sangkaan penyerobotan dan pengrusakan tanah secara bersama sama. Dan laporannya sudah diterima dengan laporan polisi nomor LPB / 110 / I / 2019 / SPKT tanggal 28 Januari 2019.

“Penyerobotan dan pengrusakan ditanah saya baru diketahui Jumat 25 Januari 2019. Saat saya datang untuk melihat tanah saya seluas satu hektare yang terletak di Jalan Durian RT 14 RW 04 Kampung Serang, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang,  tanaman yang ada sudah rata dirusak dengan alat berat,” kata Zainal Arifin Firdaus dihadapan wartawan dikantor pengacara Samudera, Minggu (3/2/2019).

Diceritakannya, tanah seluas satu hektare miliknya tersebut dibeli dari Haji Madrawi seharga 18 juta pada tahun 2009 lalu, dengan surat yang dimiliki surat dari camat tahun 2000, dan sudah didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palembang, dan keluarlah peta bidang dari BPN nya.

“Saya beli tanah itu sudah saya lakukan pengoperan hak atau balik nama dari Haji Madrawi ke nama saya dinotaris Gunata. Sedangkan oknum developer yang menyerobot tanah saya tidak bisa menunjukkan secarik dokumen apa pun,” terang warga Komplek Griya Buana Indah I, Jalan Nuri 1, Blok L 3, Soak Permai RT 83, RW 08, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ini.

Dijelaskannya, di tanah miliknya tersebut sudah sudah ada batas berupa pondasi dan kanal air bahkan sudah ada plang nama dicabut oleh terlapor.

“Di tanah saya itu, sudah ditanami berbagai tanaman buah-buahan, setiap minggu saya datangi saya rawat. Akibat dari kejadian ini saya mengalami kerugian sebesar 600 juta,” bebernya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Zainal, Suwito Winoto SH, Andi Abdul Kadir SH, Harry Susanto SH dan Agus Mirantawan meminta polisi segera memproses laporan yang sudah dibuat dibuat klien nya. Karena sudah banyak tanah warga lainnya yang berdekatan dengan tanah kliennya juga diserobot oleh terlapor.

“Dengan diprosesnya laporan klien kami nantinya, pelaku penyerobotan bisa ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Sejauh ini klien kami belum diperiksa sejak laporan dibuat dan kami sudah menyiapkan bukti dan saksi jika sewaktu waktu klien kami diminta keterangannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo membenarkan adanya laporan pelapor terkait penyerobotan tanah beberapa waktu lalu dan laporannya sudah diterima.

 

Reporter : Rio Siregar Editor : M.Rohali 1094