Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dalam pengarahan pemenangan pemilu 2019 di Hotel Excelton Palembang, Minggu (3/3/2019). (Foto: Ist)

03 Maret 2019 18:37:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dalam lawatan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dalam pengarahan pemenangan pemilu 2019 di Hotel Excelton Palembang, Minggu (3/3/2019), Sebut Ketua Partai Golkar Sumsel Alex Noerdin sebagai tokoh sejuta partai.

"Partai Golkar bersyukur ada sosok seorang mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin yang memimpin selama dua periode. Karena itu lah Sumsel menjadi tambang emas suara Golkar, dan patut disebut tokoh sejuta partai," katanya, di sela-sela kata sambutannya.

Ia menjelaskan, makanya sekarang bagaimana orang mencoblos Pak Alex sama juga dengan mencoblos Partai Golkar.

"Hari ini Sumsel 2 daerah pemilihan pak Alex potensinya 4 kursi. Tetapi itu belum final bisa saja Sumsel bisa menyumbang 2 lagi kursi menjadi 6 kursi. Kalau itu semua bergerak, oleh sebab itu masih ada 45 hari lagi," ujarnya.

Menurut Airlangga, sosok pak Alex sendiri untuk saat ini sangat kuat di Sumsel, sehingga diharapkan dengan peranan beliau khusus di Sumsel bisa mendulang suara terbanyak.

"Sosok Alex Noerdin tak diragukan lagi, oleh sebab itu di Sumsel bisa memperoleh suara terbanyak khususnya di Sumsel 2," bebernya.

Airlangga menambahkan, Partai Golkar bakal menerbitkan sertifikat bagi seluruh calon legislatif (caleg) yang mengikuti pemilihan legislatif 17 April 2019. Sertifikat ini dapat digunakan saat yang bersangkutan berkeinginan maju sebagai calon kepala daerah.

"Sertifikat itu bertujuan sebagai penyemangat caleg bekerja maksimal demi mendapatkan suara terbanyak. Nantinya dalam sertifikat dicantumkan total perolehan suara masing-masing caleg," tegasnya.

Sertifikat tersebut menjadi modal bagi caleg jika ingin maju dalam pilkada. Perolehan itu menjadi pertimbangan DPP mengeluarkan surat rekomendasi.

"Yang bekerja dengan keras (memenangkan Golkar) akan dicatat, kita kasih reward. Tapi kalau tidak, jawaban kita tak ada jalan, tunggu lima tahun lagi," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : M.Rohali 420