Berita :: GLOBALPLANET.news

Sekda PALI Syahron Nazil meninjau bacaan yang disediakan K7P. (Foto: Eko Jurianto)

27 Maret 2019 07:22:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Komunitas 7 Pilar (K7P) yang merupakan salah satu komunitas tertua di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, yang bermarkas di simpang bandara Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi menggelar rumah baca gratis. Setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu mereka menggelar bacaan secara gratis di Lapangan Gelora.

Selasa (26/3/2019) K7P ditemukan menggelar buku di Sanggar Pramuka Talang Ubi. Menggunakan kendaraan beroda tiga yang telah didesain menyerupai perpustakaan, mereka mencoba mengangkat budaya literasi yang dinilai masih rendah di Kabupaten PALI.

Anggota K7P Ahmad Rosidi mengungkapkan bahwa program rumah baca digelar karena kurangnya minat baca pada anak yang ada di Kabupaten PALI terutama di sekitar wilayah Kota Pendopo, Talang Ubi.

"Kasihan melihat anak sekarang tergeser karena kemajuan jaman sehingga berdampak pada berkurangnya daya minat baca, dan saya bersama teman-teman K7P lainnya berinsiatif untuk membuat rumah baca gratis ini," ujarnya yang membuka bacaan gratis dengan motor roda tiga tersebut di sanggar Pramuka komperta Pendopo, Selas (26/3/2019).

Rosidi juga mengatakan buku - buku yang dikumpulkan didapat dari swadaya anggota K7P, dan dirinya rutin membuka ruang baca gratis ini setiap akhir pekan.

"Setiap Sabtu dan Minggu sore kami selalu stay di lapangan gelora untuk melayani anak-anak maupun masyarakat lainnya yang ingin membaca secara gratis," jelasnya

Sementara, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI Syahron Nazil menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi program ini dan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas perpustakaan untuk kelanjutan rumah baca ini.

"Saya pribadi sangat terkesan, dan selaku pemerintah sangat mendukung dan mengapresiasi program rumah baca ini, dan patut ditiru karena mengingatkan kesadaran masyarakat untuk program literasi. Selanjutnya kita akan melakukan koordinasi dengan dinas perpustakaan bagaimana untuk kelanjutannya, atau mungkin bisa menambah bahan bacaan disini," pungkasnya.

 

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 153