Berita :: GLOBALPLANET.news

Janda berana dua, Mak Salbiah. (Foto:Karerek)

31 Maret 2019 23:35:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Namanya Salbiah. Statusnya sudah menjadi janda setelah ditinggal sang suami akibat sakit yang diderita tak kunjung sembuh sejak 2009 lalu.

Mak Salbiah adalah panggilan akrab bagi janda berumur 41 tahun yang memiliki dua anak bernama Mariani dan Nauyah.

Meski umurnya sudah senja namun Mak Salbiah terlihat tegar dan masih semangat bekerja demi membesarkan kedua anaknya yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Hidup sebagai janda sejak 10 tahun lalu, tak membuat Mak Salbiah putus asa berjuang agar anak gadisnya mendapatkan pendidikan tinggi. 

Raut wajah Mak Salbiah yang kusut, rambut yang berantakan, kerut di tangan dan wajahnya menjadi bukti jika beban hidup yang dijalani begitu sulit dan rumit. 

Dalam kesehariannya, Mak Salbiah bekerja sebagai pemulung dan berjibaku dengan lumpur sepanjang 1 Km untuk mencapai tepian sungai musi lalu menyebrang ke Kampung Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang.

Rutinitas ini dilakukannya setiap hari untuk mencari sejumlah plastik yang ditemuinya. 

Kegiatan yang melelahkan ini, dilakukan Mak Salbiah dari pagi hingga sore sampai jumlah plastik yang didapatkannya terkumpul untuk dijual sebagai modal bertahan hidup di hari esok.

Dari hasil mengumpulkan plastik yang dilakukannya ini, Mak Salbiah mengaku hanya mendapatkan uang sebesar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu saja. 

Penghasilan yang sangat kecil ini dimanfaatkan Mak Salbiah untuk keperluan bahan pokok, seperti makan dan biaya pendidikan kedua anaknya. 

Hidup serba kekurangan membuat Mak Salbiah tidak bisa berbuat banyak, bahkan kondisi rumah yang ditempati bersama kedua putri tercintanya juga sangat memprihatinkan karena dimakan usia. 

Kondisi rumah yang berdinding rumbia tersebut sudah tak layak huni lagi, mulai dari dinding yang sudah bocor, lantai yang terbuat dari bambu juga terlihat sudah sangat rapuh. 

Tak hanya itu, bantal dan kasur yang menjadi alas tidur Mak Salbiah dan anak-anaknya dipenuhi dengan kapuk yang tercecer akibat sejumlah lubang yang dibuat oleh rayap. 

Mak Salbiah mengaku, uang yang dihasilkan dari pekerjaannya sebagai pemulung tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. 

Keberadaan orang-rang dermawan yang memberikan bantuan kepada keluarg kecilnya, membuat beban hidup yang dipikul Mak Salbiah terkadang bisa berkurang. 

“Penghasilan saya hanya sekitar Rp5 ribu saja. Untuk makan saja kami susah. Tapi uang itu harus cukup,” cerita Mak Salbiah sembari berlinang air mata. 

Informasi kehidupan Mak Salbiah yang penuh dengan perjuangan ini sampailah kepada Komanda Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 104  Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Honi Havana, M.MDS. 

Saat itu, Kodim 0418/Palembang sedang melaksanakan TMMD 104 di Kampung Pulokerto dan Sungai Rengas, Kecamatan Gandus Palembang. 

Poskotis yang berjarak sekitar 2 Km dari kediaman Mak Salbiah membuat Satgas TMMD 104 langsung bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada Mak Salbiah berupa hadiah dalam bentuk sasaran bedah rumah program TMMD 104. 

Satgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang seperti menjelma sebagai pahlawan hero di dunia fiksi ini melakukan proses pekerjaan bedah rumah hanya dalam lima hari saja.  

Para pahlawan super berbaju loreng ini mampu merubah kondisi rumah Mak Salbiah yang sebelumnya dalam keadaan miring dan memprihatinkan menjadi kokoh dan kuat. 

Rumah hasil bedah TMMD 104 Kodim 0418/Palembang ukurannya lebih besar dari rumah Mak Salbiah sebelumnya yang hanya berukuran 2x2 meter menjadi 4x6 meter. 

Dandim 0418/Palembang sekaligus Dansatgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Honi Havana, M.MDS mengaku, setelah melihat kondisi rumah dan kehidupan Mak Salbiah, pihaknya memutuskan untuk menjadikan rumah Mak Salbiah menjadi program tambahan. 

“Awalnya bedah rumah hanya ada dua, namun setelah melihat kondisi Mak Salbiah kita jadikan sasaran tambahan. Kita bedah rumah Mak Salbiah secepat mungkin karena kondisnya harus dibantu segera,” ungkapnya. 

Informasi keadaan Mak Salbiah yang begitu memprihatinkan tersebar di kawasan Kota Palembang melalui media massa dan media sosial.

Sejumlah masyarakat Kota Palembang ikut mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada janda beranak dua ini dengan memampuan masing-masing. 

Honi mengaku, berkat uluran tangan para orang-orang dermawan, Mak Salbiah tidak hanya diberi rumah baru tetapi juga lengkap dengan sejumlah isi di dalamnya seperti kasur, televisi dan sejumlah perlengkapan lainnya. 

“Alhamdulillah, berkat bantuan para komunitas dan pihak-pihak lainnya kondisi Mak Salbiah sudah lebih baik karena sudah memiliki tempat tingal yang lebih nyaman dari sebelumnya,” tambahnya. 

Uluran tangan Satgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang ini sangat berarti bagi Mak Salbiah dan kedua anaknya.

Keluarga Mak Salbiah bak mendapatkan durian runtuh yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya. 

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak TNI. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,” ungkap Mak Salbiah sambil menangis dihadapan Satgas TMMD dan warga yang hadir saat acara serah terima kunci rumah oleh Dansatgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang. 

Suasana semakin haru saat sejumlah warga, aparat pemerintah, RT dan RW setempat ikut meneteskan air mata menyaksikan kebahagiaan Mak Salbiah mendapatkan rumah baru. 

Sejumlah perangkat pemerintah serta tokoh masyatakat yang hadir ikut melontarkan ucapan terima kasih kepada Satgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang.

Berkat uluran tangan Satgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang membuat Mak Salbiah bisa menikmati sunyinya malam tanpa dinginnya hembusan angin untuk melepas lelah bersama sang buah hati.

Kini, Mak Salbiah merasa seperti hidup untuk yang kedua kalinya setelah mendapatkan pertolongan Tuhan lewat kesatria negeri bernama TNI.

Bagi Mak Salbiah, Satgas TMMD 104 Kodim 0418/Palembang adalah malaikat yang menjelma menjadi super hero berbaju loreng yang membawa pesan perubahan dan keberkahan.

Reporter : Globalplanet Editor : Karerek 193