Berita :: GLOBALPLANET.news

Ade Indra Chaniago. (Foto: Hardoko Susanto).

15 April 2019 18:17:36 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - Memasuki masa tenang Pemilu 2019 yang simulai 14-16 April 2019 dinilai akan sarat dengan kecurangan seperti politik uang.

Hal ini diungkapkan Pengamat Plitik Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ade Indra Chaniago. 

Menurutnya,  politik uang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia di tahun politik, terlebih saat masa kampanye datang. 

“Praktik semacam itu (politik uang) jelas bersifat ilegal dan merupakan kejahatan. Konsekuensinya apabila ditemukan bukti-bukti terjadinya praktik politik uang, maka bisa terjerat undang-undang anti suap,” kata Dosen Politik di Universitas Stisipol Candradimuka Palembang ini, Senin (15/4/2019).

Dijelaskannya, kasus politik uang harus menjadi perhatian khusus bagi pihak-pihak terkait. Menurutnya, apapun alasannya praktik politik uang tetap merusak integritas Pemilu yang akan menjadikan berpotensi menciptakan wakil rakyat yang terpilih untuk melakukan korupsi.

“Ini harus dijadikan perhatian serius bagi kita semua. Masa tenang, tapi justru rawan terjadi politik uang,” cetusnya.

Lebih lanjut dijelaskan Ade, masyarakat jangan heran bila peserta Pemilu telah melakukan praktik jual beli suara, ketika duduk di kursi parlemen bukan pengabdian tujuannya tapi untuk kepentingan pribadi.

“Kuncinya juga ada pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus berani bersikap, agar tetap bermartabat. Jika menginginkan wakil rakyat atau pemimpin yang bersih, maka masyarakat juga yang harus menentukannya. Begitupun sebaliknya,” terangnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Karerek 81