Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist)

22 April 2019 21:09:14 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dibawah kepemimpinan Herman Deru tengah berupaya mengatasi rendahnya harga karet di tingkat petani. Beragam cara telah dan akan dilakukan termasuk salah satunya menambah jumlah UPPB di seluruh daerah sentra karet.

Lelang 4S (Satu Desa, Satu Mutu, Satu Harga dan Satu Hari Lelang) adalah inovasi kebijakan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan yang melibatkan peran serta kelompok tani karet di sentra karet Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan yang bergabung dalam kelembagaan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).

Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengatasi mutu Bahan Olah Karet (Bokar) rendah dan beragam, tingkat adopsi teknologi karet baru mencapai 60%. Rantai pemasaran panjang, kegiatan pemasaran bokar dengan pola tradisional.

"Manfaat utama inovasi ini adalah meningkatkan kesadaran petani, perbaikan mutu bokar, meningkatkan posisi tawar, transparansi dari bagian harga > 80% FOB. Inovasi lelang 4S sebagai langkah tepat merespon rendahnya harga karet petani," ungkap Rudi Arpian selaku Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Senin (22/4/2019).

Menurutnya persaingan harga tidak transparan, keberadaan tengkulak atau pedagang perantara menjadi hambatan petani untuk mengakses informasi harga (notering pabrik). Yang membuat lemahnya posisi petani karena tidak berkelompok dalam UPPB. 

"Keterlibatan petani dalam UPPB baru mencapai 2% dengan produksi bokar UPPB hanya mencapai 6% dari total produksi kebun rakyat," kata dia

Pihaknya mengalokasikan dana pengembangan program lelang 4S berkelanjutan di 12 Kabupaten/Kota dalam dua tahun mendatang.

Ia menjelaskan inovasi lelang karet 4S mampu meningkatkan nilai jual harga karet lebih tinggi dengan selisih Rp3.000 sampai dengan Rp 4.000,- per Kg dari harga jual sebelumnya. Sehingga dengan harga lebih tinggi maka tingkat kesejahteraan masyarakat petani karet, buruh karet akan lebih baik.

"Mutu karet yang dihasilkan UPPB lebih baik ketimbang karet yang dihasilkan petani non lelang dikarenakan prasyarat pengolahan bokar bersih harus dilakukan," sambungnya.

Langkah yang ditempuh dalam upaya pengembangan lelang 4S UPPB ini adalah dengan memberikan akses informasi melalui forum grup Whatsapp harga karet sebagai media komunikasi antar petani karet UPPB di berbagai wilayah sentra karet dan petugas perkebunan. Hal tersebut menjadi penting untuk mengatasi kendala terkait jarak tempuh dan lokasi UPPB yang tersebar. 

Diketahui, hingga saat ini terdapat 205 UPPB yang tersebar di 12 kabupaten/kota sentra karet dan telah memberikan keuntungan bagi petani karet dan nilai tambah lainnya dari kegiatan lelang yang dilakukan.

Meskipun produksi karet di Sumatera Selatan baru terserap 7% melalui UPPB, direncanakan akan dibentuk 3.000 UPPB lagi agar manfaat lelang 4S semakin meluas di berbagai wilayah. Gagasan lelang 4S akan mempermudah akses pemasaran langsung bokar petani yang selama ini mengalami berbagai kendala teknis di lapangan. 

"Upaya dalam pembentukan harga dasar bokar di lelang 4S dilakukan atas dasar mutu yang seragam dan kadar karet kering bokar. Lelang 4S akan memaksimalkan perolehan marjin petani karet lebih tinggi," pungkas Rudi.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 671