Berita :: GLOBALPLANET.news

Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH menyampaikan laporan LKPJ 2018, Senin (29/4/2019). (Foto: Adi Irawan)

29 April 2019 19:28:33 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, kembali melaksanakan rapat paripurna dengan agenda nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawabkan (LKPJ) Tahun Anggaran 2018, Senin (29/4/2019) di uala DPRD Banyuasin pukul 10.30 WIB

Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH menyampaikan, Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggumgjawaban (LKPJ) Bupati Banyuasin Tahun 2018 dalam sidang Paripurna DPRD Kabupaten Banyuasin, Senin (29/4/2019).

Dari laporan ini, pendapatan perkapita atas dasar harga berlaku dengan migas tahun 2017 tercatat Rp 29,467 juta naik 6,16 persen dibanding tahun sebelumnya. Begitu juga dengan pendapatan perkapita berdasarkan harga konstan naik sebesar 3,69 persen atau mencapai 21,669 juta rupiah.

Suasana Paripurna LKPJ di aula DPRD Banyuasin

Pendapatan daerah tahun 2018, direalisasikan sebesar Rp 2.080.671.599.957,41 atau 101,93 persen dari target yang telah ditetapkan Rp 2.041.303.601.174,03.

PAD dapat direalisasikan sebesar Rp. 140.624.662.452.11 dari target yang ditetapkan sebesar Rp.121.271.643.259,12 atau terelasasi 115,96.

Adapun capaian kinerja tersebut berasal dari pendapatan daerah yang meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Selain itu, pendapatan transfer berupa dana perimbangan dapat direalisasikan sebesar Rp 1.940.019.721.924,30 atau sebesar Rp 101,08% dari target sebesar Rp. 1.919.247.094.914,91 capaian kinerja itu berasal dari DBH pajak, DBH SDA, DAU, DAK, Dana Penyesuaian dan bagi hasil pajak.

"Pendapatan yang sah direalisasikan sebesar Rp. 27.215.281,00 atau 3,47 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp 784.863.000,00" papar mantan aktivis kampus Askolani Jasi.

Pimpinan Dewan wakil ketua DPRD Banyuasin yang hadir pada saat paripurna

Askolani juga menyebutkan untuk Belanja Daerah, pencapaian kinerja anggaran belanja berdasarkan belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga Rp.1.629.716.201.553,55 dari target Rp.1.747.255.308.668,42 atau 93,27 %.

"Belanja operasional sebesar Rp. 1.419.677.835.124,88 atau dari anggaran yang ditetapkan Rp 1.360.965.343.944,61 atau 95,86 %. Untuk pembiayaan berasal dari penerima pembiayaan yakni Silva Rp.74.042.914 494,39 dan teralisasi Rp. 73.067.955.830,68 atau 98,68 %," tegas orang nomor satu di bumi Sedulang Setudung ini.

Selain itu, pengeluaran pembiayaan dianggarkan untuk penyertaan modal Pemda pada BSB sebesar Rp.5 milyar. "Pada tahun 2018 selisih realisasi pendapatan daerah dan belanja daerah terjadi surplus sebesar Rp.88.630.150.381,86," jelas ketua Partai PDI Perjuangan Kabupaten Banyuasin ini.

Anggota DPRD Banyuasin yang hadir saat Paripurna di aula kantor DPRD

Pelaksanaan paripurna, dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuasin Irian Setiawan didampingi wakil ketua DPRD yaitu Sukardi dan Heryadi.

Setelah ini, ada agenda selanjutnya yaitu pembahasan Pansus hingga tanggal 5 - 7 Mei 2019. Laporan Pansus dan pembentukan tim perumus, dijadwalkan pada tanggal 8 Mei 2019 serta penyampaian rekomdasi LKPJ dari Anggota DPRD Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan," pungkas dia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Banyuasin, Ketua DPRD Banyuasin, Wakil Ketua DPRD Banyuasin, Sekretaris Dewan, Asisten 1,2 dan 3. Staf Khusus Bupati Banyuasin, Seluruh Kepala SKPD, Kepala Kemenag Banyuasin, Pimpinan Bank Sumsel Babel, Tokoh Agama, Masyarakat, tokoh pemuda dan Insan Pers. (Adv)

Reporter : Adi Irawan Editor : M.Rohali 155