Berita :: GLOBALPLANET.news

Sejumlah remaja saat tadarusan di salah satu masjid pada malam hari, Rabu (8/5/2019) pukul 01.00 WIB. (Foto: Adi Irawan)

08 Mei 2019 18:50:11 WIB

BANYUASIN, GLOBALPLANET - Bulan suci Ramadan merupakan bulan yang paling mulia, sehingga banyak remaja yang memanfaatkannya untuk tadarusan dengan membaca Al-Quraan secara bergantian di dalam Masjid usai melaksanakan Shalat Isya, tarawih dan witir hingga masuk waktu sahur.

Sejumlah remaja usai melaksanakan shalat tarawih dan witir langsung mengambil Al-Quraan untuk tadarus, namun ada juga yang pulang terlebih dahulu, untuk makan dan berganti pakaian Setelah itu datang kembali untuk meramaikan Masjid dan membaca ayat Al-quran dengan lantunan yang merdu.

“Tadarusan sudah menjadi tradisi dalam menyemarakaan bulan yang berkah ini, karena satu huruf yang dibaca maka akan dibalas 70 kali lipat oleh Allah SWT,” kata Sakiman, Ketua Irmas Roudhotul Jannah di Desa Kuala Puntian, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel, Rabu (8/5/2019).

Sebagai genarasi muda melakukan kegiatan tadarusan sangatlah positif, sehingga tidak ada salahnya jika sampai menjelang waktu sahur baru selesai. Karena itu adalah ibadah yang mulia, selain membaca Al-Quran juga bisa membangunkan warga untuk sahur. “Pemuda jangan hanya identik dengan asmara subuh saja, akan tetapi tadarus juga harus digiatkan,” terangnya.

Tadarusan juga mendapat dukungan dari warga, dengan memberikan makan dan minuman untuk kaula muda yang melaksakan tadarusan. “Kegiatan ini tetap dipertahankan, karena sangat dianjurkan dalam menyemarakan bulan penuh ampunan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Lukman, Ketua Masjid Roudhotul Jannah mengatakan, tadarusan di Masjid bukan hanya remaja, akan tetapi juga anak-anak dan orang dewsa, namun memang kebanyakan diikuti para ramaja sampai pukul 03.00 WIB.

“Tadarusan sebaiknya bukan hanya dilakukan dibulan Ramadhan saja, melainkan perlu kita budayakan sehari-hari di lingkungan keluarga masing-masing sebagai pedoman hidup untuk bekal kehidupan di akhirat kelak,” pungkas dia.

Reporter : Adi Irawan Editor : Zul Mulkan 274