Berita :: GLOBALPLANET.news

(Ilustrasi: Ist)

09 Mei 2019 18:51:00 WIB

MEDAN, GLOBALPLANET - Guru adalah sosok yang layak jadi teladan. Apalagi sudah menjadi Kepala Sekolah (Kasek), harusnya menjadi teladan bagi murid, orangtua murid, bahkan para guru lainnya. Namun teladan itu tampaknya hilang di dalam diri 13 Kepsek SD Negeri di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Dari informasi yang beredar, Kamis (9/5/2019), 13 Kasek itu terkena operasi tangkap tangan (OTT) karena kedapatan mengutip pungli dana bantuan operasional sekolah (bos) secara bersama - sama.

Informasi yang diperoleh dari sumber di kepolisian menyebutkan, Subdit III Tipikor Direskrimsus Polda Sumut telah melakukan OTT terhadap pengurus K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dan para kepala sekolah SD negeri di Kecamatan Gebang.

Mereka ditangkap tangan di ruang Kelas 1 B, SD Negeri 050765, Lingkungan IV, Kelurahan Pekan Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumut.

Polisi melakukan operasi setelah sebelumnya menerima informasi bahwa pada sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (9/5/2019), telah terjadi pengutipan uang kepada semua kepala sekolah SD negeri di Kecamatan Gebang.

Dari TKP petugas mengamankan 15 orang yang diduga terlibat. Sebanyak 13 dari mereka merupakan kepala sekolah dan dua lainnya adalah pengurus K3S.

Mereka adalah Bakhtiar (Sekretaris K3S), Agus Prayitno (Bendahara K3S), Kaswono (Kasek SDN 054943), Asniwati (Kasek SDN 056635) dan Ahdinah (Kasek SDN 056636).

Kemudian Hasnah (Kasek SDN 050767), Rosida Hutabalian (Kasek SDN 056023), Luhur Sihite (Kasek SDN 057226), Mula Tua Siregar (Kasek SDN 054948) dan Kaneria Sitorus (Kasek SDN 056026).

Selanjutnya Heriyandi (Kasek SDN 054945), Estermina Sitanggang (Kasek SDN 050770), Nelpida (Kasek SDN 057225), H. Yuna Seriati (Kasek SDN 056024) serta Sarono (Kasek SDN 053992).

Modus pungli yang mereka gunakan adalah dengan cara mengumpulkan para kepala sekolah SD negeri se-Kecamatan Gebang dan meminta mereka melakukan pembayaran uang yang dinamakan sebagai "uang administrasi" sebesar Rp15.000 per siswa.

Pembayaran harus dilakukan setelah Dana BOS Triwulan I cair dan masuk ke rekening masing-masing sekolah. 

Kecamatan Gebang sendiri memiliki 31 sekolah SD negeri. Uang kutipan tersebut kemudian dikumpulkan oleh pengurus K3S.

Untuk sementara, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Nurmalinda Bangun (Ketua K3S), Bakhtiar (Sekretaris K3S) dan Agus Prayitno (Bendahara K3S).

Selain mengamankan para terduga pelaku pungli, petugas juga menyita beberapa barang bukti saat melakukan OTT. Antara lain uang tunai dari Bakhtiar sebesar Rp 36.750.000, uang tunai dari Agus Prayitno sebesar Rp 35.750.000, dua lembar dokumen data seluruh SD negeri se-Kecamatan Gebang serta 13 buku laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana BOS Triwulan I.

Dalam kasus ini polisi mengenakan Pasal 12 huruf e sub Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, membenarkan adanya OTT tersebut. Namun dia mengatakan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut karena masih dalam tahap pengembangan. "Pastinya memang ada pengutipan dan pemotongan paksa dana BOS, makanya polisi bertindak," kata dia.

Reporter : Hendrik Editor : Zul Mulkan 193