Berita :: GLOBALPLANET.news

Saksi Partai Nasdem Muhammad Aminddin, Minggu (12/5/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

12 Mei 2019 16:34:59 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat KPU Sumsel banjir interupsi dari saksi Parpol dari Kabupaten Muratara. Hal ini berawal karena adanya penggelembungan suara dan pengurangan suara di form DB1 Kabupaten Muratara yang berubah drastis.

Para saksi keberatan dengan hasil yang ada pada DB1 KPU Muratara, lantaran menduga adanya perubahan suara. Sehingga meminta KPU Provinsi Sumsel untuk menyelesaikan kejanggalan tersebut.

Sebelumnya Pleno sempat diskors dari pukul 12:00 WIB hingga 13:30 WIB.

Bawaslu Provinsi Sumsel sebagai penengah, mengeluarkan rekomendasi untuk menyandingkan DA1 dengan DB1 yang dipegang oleh KPU Muratara. 

Suasana sempat tegang, karena para saksi memprotes keputusan KPU yang tak mengindahkan rekomendasi Bawaslu Provinsi Sumsel. Yang justru menyandingkan DB1 dengan DB1.

"Dimana-mana DB1 disandingkan dengan DA1 pimpinan sidang, karena DB1 sudah jelas-jelas salah ini namanya melegalkan kesalahan," tegas Novran Manjani salah seorang saksi DPR partai Gerindra disela-sela pleno.

Sementara salah satu saksi Partai Nasdem Muhammad Aminuddin menjelaskan dengan banyaknya kejanggalan jumlah suara di tingkat PPK.

"Kalau satu angka atau penulisan angka tak masalah, ini secara keseluruhan jumlah angka berubah dari 3000 menjadi 600-an. Tapi bahasa KPU menyebut ini salah input, kami menyayangkan dari awal KPU Sumsel sangat berat membuka DA1 dan C1 asli," tuturnya.

Amin mengatakan, akan tetap bertahan dengan argumen yang disampaikan dan tetap keberatan dengan keputusan KPU Sumsel yang tak menjalankan rekomendasi Bawaslu.

"Saya mewakili saksi parpol dan DPD Dapil Muratara, kami ingin keadilan demokrasi harus benar diterapkan jangan sampai pleno kita ini hanya menjadi tempat melegalkan kecurangan," pungkasnya.

Pantauan dilapangan rapat pleno tingkat Provinsi KPU Sumsel, banyak diwarnai interupsi dan keberatan dari para saksi. Saat ini proses rekap masih di Kabupaten Muratara dan menyisakan Kabupaten Empat Lawang dan sejumlah keberatan dari rekap suara kota Palembang.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 77