Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana warga mendatangi tower Telkomsel yang dinilai jadi pemicu Sambaran petir. (Foto: Hardoko Susanto).

14 Mei 2019 14:06:00 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Puluhan warga mendatangi tower untuk memintai keterangan akibat seringnya terjadi sambaran petir, tower Telkomsel yang terletak dipemukiman warga ini, nyaris jadi luapan emosi warga yang kesal.

Tower yang terpasang di jalan Batam Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, tepatnya di belakang futsal Gren, dinilai warga kurang dilengkapai alat pengamanan. Karena tiap kali hujan turun, ataupun awan mendung, dipastikan ada Sambaran petir.

Yazid Ketua RT, 03 RW, 03 Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur saat dibincangi GLOBALPLANET di lapangan Selasa (14/5/2019) menyebutkan, ini sudah sangat sering terjadi.

"Kalau mau hujan, cuaca mulai mendung kita warga disini pasti masuk rumah, mengapa?, karena takut disambar petir ! ini sudah sering terjadi, apalagi tower Telkomsel yang berdiri kokoh di pemukiman warga tidak dipasang alat pengaman, seperti penangkal petir atau sejenisnya, keluhnya.

Sejauh ini, Lanjut dia, mulai dari 2015 sampai sekarang sudah hampir 5 kali kejadian.”Kita disini bukan sekedar mau minta ganti rugi alat rumah tangga yang rusak, tetapi mau menuntut pihak tower Telkomsel agar di pasang penagkal petir, bukan sebaliknya menyebar petir seperti yang sudah sudah,” cetusnya

"Rumah saya paling parah pak, mulai dari dinding, pelapon rumah hingga alat elektronik yang rusak akibat Sambaran petir dari tower Telkomsel ini,” ucap Febri yang rumahnya terkana paling parah dibanding 20 rumah lainya.

Lanjudnya, sejauh yang saya tahu, baru ada 20 rumah yang melaporkan, bahwa peralatan rumah tangga disambar petir.

"Untuk kedepanya, kita mohon dengan sangat hormat kepada pihak tower Telkomsel, marilah bekerja dengan baik, pasang, lengkapi apa yang harus dilengkapi, jangan mau uangnya saja, pengamanan alatnya juga harus diperhatikan,” pesanya.

Sementara itu Hengki warga yang merasa dirugikan pihak tower, mengungkapkan, pihaknya pernah minta bantuan kepada DPRD kota terkait hal ini."Kalau buat saya pribadi hanya satu unit AC dan satu kulkas, kalau dirupiahkan kisaran 5 jutaan,” bebernya.

“Proses penyambaran petir, kata hengki begitu cepat, kita tahunya setelah dicek, mulai dari pertama itu, listrik mati, Ncb turun, dan kalau kita panggil orang pln, dia bilang ini disambar petir pak,” ceritanya.

Terpisah, Salah satu kontrak kerja Telkomsel yang ada di lapangan Harno mengatakan, pihaknya sudah komunikasi terus dengan pihak Telkomsel yang ada di palembang.

"Sejauh ini, kita mintai bantu pada RT setempat untuk mendata, sampai sekarang baru ada 20 rumah yang melaporkan terdampak sambaran petir ini, mungkin masih ada lagi dan kita menunggu sampai sore hari,” terangnya.

Lanjudnya, sudah kita sampaikan semuanya kepada warga, terkait apa yang disampaikan pihak Telkomsel, namun warga menolak, dan maunya dieksekusi langsung, mereka gak perlu main data, langsung door to door.

"Kitakan punya prosedur, kalau mereka tidak mau mengikuti prosedur, ya mau bagaimana lagi, yang pasti dari pihak telkomsel sendiri sudah mau berkompromi. tegasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 800