Berita :: GLOBALPLANET.news

Jalan Alternatif kedua simpang Empat Dekat PT PLN (persero) yang dialihkan dari arah simpang poros melewati jembatan kuning, lalu tembus langsung ke arah jalan Talang Gunung, Minggu (26/5/19). (Foto: Rody Hartono)

26 Mei 2019 13:20:00 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET - Untuk mengatasi macet parah di puncak arus mudik 2019 di jalan lintas provinsi, tepatnya di Pasar Tebing Tinggi Empat Lawang, Polres Empat Lawang menerapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arah dua jalur

Hal tersebut dilakukan, mengingat padatnya kendaraan baik roda dua, maupun roda empat yang melintas di jalan provinsi Pasar Tebing Tinggi Empat Lawang. Ditambah lagi adanya pasar tumpah, yang disinyalir akan menambah kemacetan pada saat puncak arus mudik lebaran.

Kasat Lantas Polres Empat Lawang Yusuf Lubis mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan instansi terkait baik dari dinas perhubungan, PU PR, Pol PP dan jajaran lainnya, untuk memberlakukan sistem pengalihan arus. Yaitu pemudik yang hendak menuju ke arah Lubuk Linggau dari arah Palembang, maupun sebaliknya akan dialihkan ke jalan kabupaten, yaitu jalan poros yang tembusannya langsung ke arah Jalan Talang Gunung.

"Jika di pasar macet, maka kita akan lakukan alternatif kedua , yaitu mengalihkan arus, yang dialihkan dari arah simpang poros, melewati jembatan kuning, lalu tembus langsung ke arah jalan Talang Gunung, begitu juga sebaliknya," ungkapnya, Minggu (26/5/2019).

Selain itu, Yusuf Lubis juga mengatakan pihaknya akan menempatkan personel terutama di titik-titik rawan kecelakaan seperti jurang dan jalan rusak. Selain itu, juga akan dipasang rambu peringatan.

"Kami juga mengantisipasi guna tidak terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan, makan kami akan menutup lubang-lubang, serta memberi rambu-rambu tanda bahaya dan memasang spanduk hati-hati. Karena jalan kabupaten sangat rusak parah, jika belum ada tindakan perbaikan di jalan kabupaten, biar kami saja yang menutup jalan tersebut, dengan pengeluaran biaya pribadi," pungkasnya.

Reporter : Rody Hartono Editor : M.Rohali 174