Berita :: GLOBALPLANET.news

Petani Karet saat menjual hasil panen, Minggu (26/5/2019). (Foto: Ferry Andhika)

26 Mei 2019 17:00:46 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Harapan besar muncul dari para petani karet di Kabupaten Lahat, jelang lebaran hari raya idul fitri 1440 H tahun 2019. Meskipun telah mengalami kenaikan, para petani berhatap ada kenaikan kembali, mengingat kebutuhan akan meningkat.

Seperti disampaikan Herdi (45) petani Karet di Desa Ulak Lebar,  Lahat.  Menurutnya,  petani karet cukup khawatir dengan harga karet saat ini yang hanya berkisar Rp7.300 hingga Rp7.500.

Menurutnya harga tersebut sangat rendah terlebih sebelumnya di atas angka tersebut.  Belum lagi, jelang lebaran kebutuhan rumah tangga meningkat.  

"Kebutuhan otomatis nambah banyak, baik kebutuhan makanan maupun pakaian jelang lebaran ini. Belum lagi biaya rutin," ucapnya disela sela menjual getah karet miliknya, Minggu (26/5/2019).

Dirinya berharap, pemerintah bisa memahami kondisi petani karet. Apalagi,  para petani hanya mengandalkan hasil getah karet tersebut.

"Ya kami mohon nian harga karet bisa naik lagi.  Kami cuman bergantung dari berjualan karet, THR kami gak ada apalagi kalau gaji," harapnya.  

Sementara, Danok (54) petani asal Desa Paduraksa, Kecamatan Kikim Timur, Lahat cukup kecewa dengan harga karet saat ini.  

Menurutnya harga karet sendiri baru naik sekitar satu bulan yang lalu ke angka Rp8 ribu perkilo namun kini sudah turun lagi.  Padahal, petani baru saja senang dengan adanya kenaikan harga karet. 

"Sebulan lalu itu harga karet baru saja naik.  Nah ini turun lagi," keluhnya. 

Reporter : Ferry Andhika Editor : Karerek 61