Berita :: GLOBALPLANET.news

Pengurus KONI OKI foto bersama Ketua KONI Sumsel Ir H Slex Noerdin. (Foto: Eko Sayaputra)

03 Juli 2019 22:34:28 WIB

OKI, GLOBALPLANET - Pada pekan olahraga Provinsi (Porprov), di Palembang tahun 2017 lalu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berada di Peringkat ke 13 dari 17 Kabupaten/kota se-Sumatera Selatan (Sumsel). Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh kepengurusan KONI Kabupaten OKI.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum KONI Kabupaten OKI, Muhammad Refli, pada rapat koordinasi pengurus dan anggota KONI Kabupaten OKI, periode 2018 - 2022, di Gedung Olahraga (GOR) Biduk Kajang Kayuagung, Rabu (3/7/2019).

"Selain itu rapat ini juga dalam rangka Ta'aruf dan persiapan menghadapi event Porprov XII tahun 2019 di Prabumulih, diharapkan pada rapat ini kita dapat saling bertukar pikiran ataupun membuka pikiran kita semua untuk sama-sama berinovasi mengangkat marwah olahraga di Kabupaten OKI," katanya.

Lanjut Refli, selain itu semua pastinya berharap agar setelah rapat ini semua cabor sudah mengerti hal apa yang harus dilakukan oleh setiap pemegang cabang olahraga (Cabor), untuk mengangkat kembali pretasi dibidang olahraganya, agar nantinya perolehan medali yang diraih dapat meningkatkan posisi Kabupaten OKI di event tersebut.

"Yang pasti semua membutuhkan proses, tidak serta merta posisi kita dapat langsung ke peringkat ke 6 seperti di tahun 2015 lalu, paling tidak kita harus berusaha masuk dalam sepuluh besar, oleh karena itu setiap cabor harus membuat konsep sebagai acuhan dari program kerja mereka," ungkap Refli.

Dalam rapat tersebut berbagai ide maupun usulan disampaikan oleh setiap pemegang cabor dan akan membuat konsep dari program kerja mereka ke depan.

Sementara itu masukan dan gagasan juga disampaikan oleh salah satu pengurus senior KONI Kabupaten OKI, Ahmad Syamsir yangbmenyampaikan bahwa, selain harus mempunyai konsep kerja, pemegang cabor harus juga memiliki tanggung jawab terhadap program kerjanya.

"Setiap pimpinan Cabor harus, Punya tanggung jawablah ketika diamanahkan memegang jabatan di cabor, apa program kerjanya, bagaimana kondisi atelitnya, apa masalah atelit dan cabornya, apa targetan prestasi dalam capaian pembinaan selama ini, jangan hanya semangat ingin memimpin cabor tapi tidak jelas apa kinerjanya untuk cabor.

"Jadi saran saya kalau tidak sanggup memimpin cabor ya... sebaiknya legowo saja mengundurkan diri, cari yang siap untuk berjuang untuk memajukan olahraga di OKI," sarannya.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 316