Berita :: GLOBALPLANET.news

Kepala BPPD Kota Palembang Sulaiman Amin, Senin (8/7/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan)

09 Juli 2019 07:00:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akhirnya mendengar penolakan masyarakat akan penyesuaian atau kenaikan tarif nilai jual objek pajak (NJOP) yang mengakibatkan tagihan PBB naik fantastis. Disebutkan revisi dengan memberikan stimulus atau diskon dengan besaran 20 hingga 100 persen sesuai golongan atau kemampuan wajib pajak.

Kepala BPPD Kota Palembang Sulaiman, pihaknya sedang melakukan kajian teknis untuk memberikan stimulus kepada wajib pajak berdasarkan kondisi dari wajib pajak. Pemkot Palembang menargetkan revisi ini akan selesai akhir Juli 2019.

"Kita sedang melakukan kajian teknis, yakni memberikan stimulus kepada wajib pajak berdasarkan dari kondisi dari wajib pajak. Insya Allah akhir bulan Juli ini kajian selesai. Setalah itu kita sosialiasikan, baru akan kita cetak ulang SPPT baru utk masyarakat," ujarnya.

Besaran pemangkasan tarif sesuai dikategorikan berdasarkan sistem buku pajak, yakni buku I-II untuk WP di bawah Rp300 ribu mendapatkan stimulus 100% alias gratis. Buku II untuk WP Rp300 – Rp500 ribu dengan potongan 80 persen, Buku IV mendapatkan diskon 70 persen, Buku V mendapatkan stimulus atau diskon 60 persen dan Buku VI dengan potongan terkecil yakni 20-50 persen.

"Kemarin SPPT yang sudah kita bagikan akan ditarik lagi dan diganti dengan SPPT yang baru. Mungkin awal bulan Agustus nanti kita akan bagikan SPPT barunya," kata Sulaiman Amin.

Untuk jumlah yang akan mendapatkan stimulus PBB yakni kategori buku III hingga buku VI adalah 173 ribu SPPT wajib pajak. Sementara sisanya yakni yang nihil atau gratis adalah 267 ribu SPPT.

"Meski sudah ada stimulus, target PAD dari sektor PBB awalnya Rp442 miliar, dengan stimulus menjadi sebesar sekitar Rp275 miliar, kita yakin akan tercapai. Tahun lalu hanya Rp180 miliar. Untuk PAD kita masih punya potensi pendapatan di sektor pajak lain," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 208