Berita :: GLOBALPLANET.news

Petugas RSUD Empat Lawang tengah memeriksa korban yang telah meninggal, Selasa malam (9/7/2019). (Foto: Rody Hartono)

10 Juli 2019 14:34:00 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET - Diduga cekcok masalah tanah, dua warga Dusun I, Desa Tanjung kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang terlibat duel hingga saling bacok di tengah sawah. Akibatnya satu orang tewas dan lawannya masih koma.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (9/07/2019) sekira pukul 15:00 Wib di Talang Karet Dusun I, Desa Tanjung Kupang Baru. Mereka yang terlibat duel yakni Ahmad Badar Sugara Alias Ahmad nawawi (74) dan Hasan Kasim (50).

Kapolres Empat Lawang, AKBP Eko Yudi Karyanto melalui Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Hardiman membenarkan bahwa, telah terjadi pembunuhan di wilayah hukumnya.

“Tadi sore anggota mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada pembunuhan di Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung menuju TKP,” kata Kompol Hardiman pada awak media, Rabu (10/7/19).

Motif dari perkelahian tersebut Lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi diduga masalah tanah.

“Diduga Ahmad Badar dan Hasan terlibat cekcok dan terjadilah perkelahian menggunakan senjata tajam. Akibatnya Ahmad Badar Sugara meninggal dunia, sementara Hasan Kasim masih sekarat. Sementara ini menurut keterangan Saksi diduga Motif dari perkelahian tersebut masalah Tanah, barang bukti sudah kita amankan,” paparnya.

Sebelum Korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang Sambungnya, kondisi korban sudah tak bernyawa.

“Sebelum di bawah ke RSUD kondisi nya sudah tak bernyawa,” ungkapnya.

Masih dikatakan Hardiman, untuk sementara ini keterangan dari Dokter korban mengalami luka di bagian kepala yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Menurut Keterangan pihak rumah sakit korban mengalami luka di kepala kurang lebih 5 jaitan dan di bagian badan, sedangkan diduga pelaku mengalami luka hampir sama juga mengalami luka di bagian kepala, saat ini Pelaku dalam keadaan Koma,” paparnya.

Untuk saat ini Jelasnya, Kondis di rumah tersangka masih kondusif serta dirinya mengimbau kepada masayarakat melalui Kepala Desa untuk tidak berbuat kerusuhan.

Reporter : Rody Hartono Editor : M.Rohali 387