Berita :: GLOBALPLANET.news

Gubernur Sumsel H Herman Deru memberikan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Gang Santai, Kertapati Palembang, Kamis (11/7/2019). (Foto: Rachmad Kurniawan).

11 Juli 2019 19:19:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Gang Santai, Kelurahan Ogan Baru, Kertapati Palembang, Rabu (10/7) mengakibatkan ratusan KK kehilangan tempat tinggal dan barang berharga. Pemprov Sumsel menyatakan kebutuhan para korban akan tersedia dan pengurusan dokumen penting dengan system jemput bola.

Diketahui, kebakaran hebat ini menghanguskan 113 rumah warga di RT 25, 26, 27, dan RT 28 sehingga di Kelurahan Ogan Baru. Akibanya 548 jiwa dari 136 KK kehilangan tempat tinggal.

Saat mengunjungi lokasi dan kebakaran, Kamis (11/7) Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan para warga mendapat bantuan air bersih untuk keperluan MCK (Mandi Cuci Kakus). Selain air bersih semua bantuan bagi anak sekolah dan mengurus dokumen penting akan dilayani dengan system jemput bola.

"Saya sudah perintahkan tadi segera dibuat aliran air bersih untuk kepentingan MCK. Dan juga hal penting lainnya yakni dokumen utamakan KTP dulu lah, Camat dan Lurah agar dimudahkan dulu untuk jemput bola mendata warga supaya membuat surat lain lancar termasuk BPJS untuk semua KK," tutur Deru usai memantau lokasi dan menyapa korban kebakaran di Gang Santai, Kamis (11/7/2019).

Banyaknya jumlah rumah yang terdampak akibat kebakaran, Pemprov Sumsel mengusulkan kepada Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan pendirian ulang rumah korban kebakaran. "Karena ini di atas 50 rumah sehingga menjadi kewenangan Kemensos, bantuan yang disalurkan sekitar Rp15-Rp20 juta per KK. Akan kita kaji lagi kalau memang kalau itu belum cukup, Pemprov dan Pemkot akan ikut bantu," jelasnya.

Dinas Sosial Sumsel Rosidin Hasan mengatakan, ada bantuan 7 ton beras yang disalurkan besok, Jumat (12/7). Masing – masing KK akan mendapatkan 50 kilogram beras. "Bantuan ini akan diberi selama 1 bulan, karena tak mungkin merecovery ini hanya satu atau dua minggu. Reguler yang kita sediakan 50 ton, tapi kita ada cadangan beras pemerintah sebanyak 100 ton setahun. Selain itu, ada 21 item lain seperti matras, selimut, dan kompor gas sebagian bsar dari BNPB, Dinsos dan Baznas," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 244