Berita :: GLOBALPLANET.news

Petani di kawasan Alun Dua membersihkan saluran irigasi yang alami pendangkalan. (Foto: Yayan)

16 Juli 2019 20:18:00 WIB

PAGARALAM, GLOBALPLANET - Petani di daerah Alun Dua melakukan pembersihan irigasi Ayek Lanang yang alami pendangkalan. Tak kunjung turunnya hujan membuat suplay air tak sampai ke sawah. Padahal, petani akan mengolah lahan untuk menanam padi.

Cipto (41) salah seorang petani menuturkan, saat ini debit air sangat kecil sehingga tidak dapat memasok air keseluruh areal sawah dikawasan Alun Dua. Padahal, saat ini sudah memasuki musim tanam ditambah bibit padi sudah siap semai.

"Sudah hampir satu bulan ini hujan tidak turun. Akibatnya, air diirigasi Ayek Lanang mengecil sehingga tidak dapat menyuplai air dengan cukup untuk pengairan sawah," kata Cipto, kepada GLOBALPLANET, Selasa (16/7/2019).

Dikatakan Cipto, saat ini irigasi Ayek Lanang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Memang, untuk kondisi irigasi sudah baik karena dibangun pemerintah. Akan tetapi, pendangkalan akibat sampah membuat kondisi air sangat kecil.

"Air sudah dangkal, didasar irigasi banyak batu dan pecahan beling. Belum lagi sampah yang datang dari hulu baik dari pemukiman maupun pasar," bebernya.

Senada dikatakan Joni (39) petani lainnya, dahulu pada saat sawah dikelola orang tuanya, air pada irigasi Ayek Lanang sangat jernih dan kerap digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, saat ini air sudah keruh, berbau busuk dan dipenuhi sampah.

"Kalau selesai menggarap sawah badan berbau karena air yang penuh sampah. Padahal, cukup banyak sawah yang bergantung pada irigasi Ayek Lanang ini," bebernya.

Besar harapan, tambah Joni, pemerintah dapat membuat peraturan tegas mengenai sampah ini. Sebab, aliran irigasi ini bukan tempat sampah sehingga yang membuang sampah disungai siapa pun itu dapat ditindak tegas.

Reporter : Yayan Darwansah Editor : M.Rohali 170