Berita :: GLOBALPLANET.news

lima perguruan karate di Karo berembuk dan bertekad untuk membangkitkan kembali prestasi karate-do dan FORKI Karo. (Foto: Ist)

28 Juli 2019 17:26:00 WIB

TANAH KARO, GLOBALPLANET - Beberapa tahun terakhir, olahraga karate-do dan kepengurusan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) di Kabupaten Tanah Karo terkesan masih tertinggal dibanding kabupaten lainnya di Provinsi Sumatera Utara. Untuk itu, lima perguruan karate di Karo berembuk dan bertekad untuk membangkitkan kembali prestasi karate-do dan FORKI setempat.

Kelima perguruan itu melakukan pertemuan pada Sabtu malam dan berakhir pada Minggu dinihari (27-28/7/2019).

Abdi S Depari, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Kala Hitam Karo, kepada para wartawan Minggu sore menyebutkan, lima perguruan karate tersebut adalah Kala Hitam, Inkai, Funakoshi, Kei Shin Kan dan perguruan Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI). 

Kata Abdi, pertemuan itu digelar secara informal namun, penuh kehangatan, guna  membahas dinamika olahraga karate di Kabupaten Karo.

Ia tak memungkiri kalau pertemuan digelar berkaitan dengan rencana pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) FORKI Karo yang akan digelar pada Agustus 2019 mendatang. "Bulan depan (Agustus 2019 -red) rencana Muscab FORKI Karo," ujar Abdi.

Dalam pertemuan itu mereka menyepakati sejumlah terobosan yang akan disampaikan saat muscab untuk menjadi program baru organisasi.

"Salah satunya adalah menggelar latihan gabungan secara rutin," ujar anggota DPRD Karo ini. Kata dia, terobosan berikutnya adalah mendorong pendirian unit-unit latihan karate sampai ke pelosok desa serta fasilitas pemusatan latihan (training center/TC) untuk atlit. 

Kata dia, FORKI Karo juga akan direkomendasikan menggelar pertandingan secara rutin, baik di level daerah maupun tingkat provinsi.

Rutinitas juga akan dilaksanakan pada keikutsertaan karateka-karateka Karo dalam setiap turnamen, bukan hanya di Sumut, tetapi juga kelas nasional dan internasional. Pengupayaan ketersediaan dan transparansi pengelolaan anggaran juga menjadi konsen mereka untuk dijalankan Forki Karo ke depan.

Robinson Sitepu, Ketua Pengcab Funakoshi Karo, menjelaskan Forki Karo membutuhkan banyak terobosan secara internal dan eksternal guna mengejar ketertinggalannya selama ini.

"Tanah Karo memang selalu memiliki atlit-atlit berprestasi, tetapi secara umum, olahraga karate yang dinaungi Forki masih seperti jalan di tempat selama sekitar 25 tahun terakhir," paparnya.

Selama ini, olahraga karate di Kabupaten Karo relatif masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Sumatra Utara. Dan dengan berbagai terobosan yang akan dilakukan mulai periode Pengcab Forki berikutnya, mereka yakin Kabupaten Karo akan mampu menjadi "gudang" atlit karate nasional.

Sesuai aturan organisasi, Pengcab Forki Karo harus menggelar Muscab selambatnya pada tanggal 22 Agustus 2019. Hadir juga dalam pertemuan di atas Hendrawanta Pencawan, Ketua Pengcab Inkai Tanah Karo, Ulong Ardiansyah, Sekretaris Pengcab Kei Shin Kan Tanah Karo, Sensei Muktar mewakili Pengcab KKI Tanah Karo, serta para pengurus dari masing-masing perguruan.

Reporter : Hendrik Hutabarat Editor : M.Rohali 267