Berita :: GLOBALPLANET.news

Plt kepala Dinas Kebudayaan Siti Ema Sumiatul saat menyampaikan kata sambutan. (Foto: Rachmad)

13 Agustus 2019 13:08:05 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Berkunjung ke museum pada umumnya pasti akan menemui berbagai macam koleksi artefak. Mindset masyarakat mengenai museum pastilah hal-hal yang berbau sejarah dan terkesan membosankan. Atas dasar tersebut, Dinas Kebudayaan Kota Palembang berniat untuk membranding Museum SMB II agar lebih dikenal masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Siti Ema Sumiatul mengatakan, museum SMB II yang berada dibawah Dinas Kebudayaan membutuhkan branding agar kesan Milennial tertanam di museum SMB II.

"Langkah awal saat ini kita sudah punya aplikasi Museum SMB II yang bisa di downnload di Playstore. Jadi ketika masuk museum kita scan kode QR yang ada di salah satu benda bersejarah, dan akan muncul pembahasannya," terang Ema ketika dijumpai di Grand Atyasa, Selasa (13/8/2019).

Aplikasi ini masih membutuhkan pengembangan, sehingga pihaknya mengajak komunitas, budayawan, anak muda, dan pelaku seni untuk ikut andil dalam branding museum SMB II nanti seperti apa.

"Museum ini kan tempat kita mengenal sejarah nenek moyang kita menjaga keminatan masyarakat kepada museum. Salah satu yang kita perbarui merk dan logo, kalau dulu ke museum ada pajangan-pajangan kali ini kita akan melibatkan desian grafis dan Teknologi IT yang ada. Sehingga apa yang diinginkan masyarakat bisa kita tindak lanjuti," tuturnya.

Seiring berjalan ketika branding selesai, Ema berharap ada hasil yang didapat yakni bertambahnya jumlah pengunjung dan berkembangnya visi misi kedepan.

"Dengan bertambahnya jumlah pengunjung kita bisa membiayai penambahan jumlah koleksi," tutupnya

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 51