Berita :: GLOBALPLANET.news

14 Agustus 2019 20:34:12 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Sedikitnya 20 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Pahlawan ujung RT 05 RW 06 Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel sudah tiga bulan terakhir kesulitan air bersih.

Ironisnya, selain tidak mendapatkan aliran air dari Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) wargapun tetap harus membayar beban langganan dan denda jika melewati waktu pembayaran. Tak sampai di situ, wargapun harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk membeli air kebutuhan sehari-hari.

"Hampir 3 bulan ini pak, saya tanya ke pihak teknisi pam katanya lokasi nya jauh hampir dua kilo meter. Nah yang lebih membuat kecewa kita masih membayar denda pula, bukannya di beri keringan atau di kasi air tangki untuk konsumsi," keluh M Yunus Yahya warga setempat, Rabu (14/8/2019).

Selain itu, Yunus juga menjelaskan bahwa selain mrmbayar beban sebesar Rp 70.000, dirinya juga dikenakan denda bulanan. Dan untuk kebutuhan air bersih dia menjelaskan harus membeli dari tangki air pribadi yang kondisi airnya keruh dan terkadang berbau.

"Kalau untuk kebutuhan sehari-hari kami membeli air tangki yang ngambil di balong pinggir lapangan golf, airnya keruh butek yang ditakutin nanti kami sekeluarga kena penyakit kulit, satu tangki biasanya hanya cukup 20 hari. Kalu air untuk memasak kami mengambil di pom bensin air pertamina," imbuhnya

Dengan kondisi demikian dirinya berharap agar ada toleransi dari pihak PDAM ataupun perhatian dari pemerintah, sebab air merupakan kebutuhan bagi kehidupan manusia, apalagi saat ini memasuki musim kemarau.

"Harapan kita ya kalu memang benar-benar pompa nya tidak mampu untuk ngalirin air yang lokasinya berada di daerah ujung, tolong untuk ada pembayaran disesuaikan atau diberi air bagi konsumen satu tannki sebulan sudah cukup untuk meringankan beban masyarakat," harapnya.

Sementara, saat dihubungi melalui telepon dan pesan singkat, kepala PDAM Lematang Enim Kantor Pendopo belum mendapatkan respon.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 265