Berita :: GLOBALPLANET.news

Tumpukan sampah yang kotor dan mengeluarkan aroma tidak sedap di Jalan KI Gede Ing Suro Palembang. (Foto: Globalplanet)

20 Agustus 2019 07:54:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kota Palembang harus bangga memiliki pemimpin yang begitu peduli dengan lingkungan. Gotong royong menjadi pemandangan rutin untuk membebaskan lingkungan dari sampah.

Namun sayangnya, Kegigihan Wali Kota Palembang Harnojoyo bersama Wakilnya Fitri Agustinda (Finda) belum "Memerdekakan" Palembang dari sampah. Karena masih mudah ditemui dan dicium aroma busuk sampah di tempat umum, pinggiran jalan utama, tidak terkecuali di Depaten Baru dan Jalan KI Gede Ing Suro, lokasi yang tidak jauh dari kantor Wali Kota Palembang.


Himbauan untuk tidak membuang sampah di jalan R Sukamto

Menurut Pengamat Lingkungan dari UIN Raden Fatah Palembang Dr Yen Rizal, sampah adalah masalah klasik yang tak pernah dapat jalan keluar. Ada beberapa hal terkait yakni, pertama pemerintah menyiapkan peralatan dan sarana prasarana (Sapras) utama dalam mengelola sampah.

"Pemerintah harus menjamin adanya kesiapan sarpras, mulai dari sarana TPS, penjemputan, sampai pengolahan di TPA," ujarnya.

Kedua, teknologi dalam mengelola sampah di TPA. Ini juga peran pemerintah yang bisa bekerjasama dengan pihak swasta. Sampah harus diolah, bisa pula dengan melibatkan masyarakat untuk mendapatkan nilai plus dari sampah yang dikelola. 

Ketiga, masyarakat sendiri, yang harus punya kesadaran untuk membuang sampah ke tempatnya dan kemudian membuangnya lagi ke TPS-TPS. Ini harus dilakukan masyarakat.

Namun, masyarakat tidak bisa diharapkan begitu saja muncul kesadaran, harus dididik dan dibina. Bentuknya bisa dengan penyiapan sarpras tadi, sehingga mereka merasa dimudahkan. Bisa juga dengan memberikan reward-reward khusus bagi yang berhasil mengelola sampah. Atau bisa juga dengan memberikan sanksi khusus bagi pelanggar. "Tetapi sanksi bisa diberikan, jika pemerintah sudah menyiapkan segala sarprasnya, jadi bukan hanya sekedar melarang," katanya.


Kondisi penumpukan sampah di pasar sekanak yang tidak jauh dari kantor Wali Kota Palembang

Kemudian soal kesadaran, perlu contoh dan perlu pendidikan. Ini juga harus dilakukan sejak dini, karena berkaitan dengan menjadikan buang sampah sebagai budaya yang penting. "Ya, intinya soal sampah bukan sesuatu yang sederhana, perlu kreatif dan inovatif," tandasnya.

Sampah atau tepatnya tumpukan sampah begitu mudah ditemukan dan mengganggu keindahan Palembang yang digadang-gadang sebagai kota internasional dan smart. Sebut saja Jalan R Soekamto, tidak jauh dari SPBU, Jalan Mayor Salim Batubara tidak jauh dari Pasar Sekip Ujung, Jalan Kolonel Barlian kawasan Sukarami hingga Simpang Kebun Bunga. Padahal Kol Barlian termasuk gerbang ibukota Provinsi Sumsel, untuk menyambut tamu pembesar yang umumnya melalui transportasi udara.

Yen Rizal menilai, tantangan lain yang harus diperhatikan, Sapras yang beberapa diantaranya yang lalu lalang mengangkut sampah di Kota Palembang, truk sampah sudah tidak layak. "Makanya, jangan berharap sampah bisa teratasi kalau sarpras masih ogah-ogahan," sebutnya.

Reporter : A Taufiq Akbar Editor : Zul Mulkan 383