Berita :: GLOBALPLANET.news

Mengenakan atribut seperti pocong, puluhan karyawan PT Riau Lingga Indra Sakti (Lingga Cargo) dan PT Sumber Alfaria Trijaya melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Palembang.

22 Agustus 2019 11:59:10 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Puluhan karyawan PT Riau Lingga Indra Sakti (Lingga Cargo) dan PT Sumber Alfaria Trijaya melakukan unjuk rasa di depan Kantor Walikota Palembang.

Mereka menuntut ketidakadilan yang dilakukan perusahaan yang dengan menerapkan denda Rp1000 per menit jika terlambat masuk serta memabayar upah buruh yang tak sesuai ketetapan pemerintah.

Dalam aksi unjuk rasa ini buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Indonesia menghadirkan 6 pocong. Mereka meminta agar Wali kota menghadirkan Direktur Utama perusahaan dalam pertemuan damai.

"Total ada 17 tuntuan yang kami ajukan dari kedua perusahaan ini kepada Wali kota Palembang. Salah satunya adalah menghapus mutasi secara sepihak dan berikan hak upah sesuai penetapan pemerintah tahun 2019," ungkap Ramliato selaku Koordinator aksi FBI, Kamis (22/8/2019).

Menurut Ramli dengan kejadian ini perusahaan sudah bisa dipidanakan karena melanggar UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

"Yang paling mendasar adalah upah yang tak sesuai dan penahanan ijazah, ini sudah bisa dipidanakan. Maka itu,kami minta Wali Kota dan Dinas Ketenagakerjaan melakukan pengawasan ketat dengan turun ke lapangan," tandasnya.

Menanggapi hal itu, Kabid perhubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan Kota Palembang Fahmi Abdullah menambahkan, tuntutan massa ini masih dalam tahap memfasilitasi pertemuan antara petinggi perusahaan dan FBI.

"Baru Alfamart yang sudah ada konfirmasi untuk meneruskan pesan ke manajemen yang lebih atas. Jika sudah ketemu tapi belum menemukan titik kesepakatan silahkan adukan ke Disnaker. Lingga Cargo juga akan kami panggil karena belum ada laporan ke kami hingga saat ini," jelas Fahmi.

Dalam proses penyelesaian masalah ini, Pihaknya akan memberikan kepada pembinaan kepada perusahaan.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 393