Berita :: GLOBALPLANET.news

Kondisi di kawasan sekitar Fly Over Kertapati Palembang, Rabu (4/9/2019) pagi. (Foto: Rachmad Kurniawan)

04 September 2019 12:13:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel yang terlihat di Kota Palembang. Sangat jelas terlihat dan tercium aromanya ketika dini hari hingga pagi hari.

Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Stasiun Meterologi Bambang Beny Setiadji mengatakan, jarak Pandang terendah pagi tanggal 4 September 2019 yang tercatat di Stasiun BMKG Bandara SMB II Palembang 1,2-1,5 Km dengan Kelembapan 90-96% dengan keadaan cuaca Smoke (Asap). 

"Angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari tenggara dengan kecepatan angin 9-28 Km/Jam mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutbunla ke wilayah Kota Palembang. Intensitas asap tebal umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari pukul 04.00-07.00 WIB ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut," tutur Benny kepada Globalplanet, Rabu (4/9/2019)

Berdasarkan data dari LAPAN, hari ini tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Mesuji dan Pematang Panggang.

Setelah terbit Matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik. Kondisi akan terus berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan hingga tanggal 10 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.

"BMKG Sumatera Selatan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada pukul 04.00-07.00 WIB seiring potensi menurunnya jarak pandang dan senantiasa menggunakan masker dan minum banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan," tutupnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : Zul Mulkan 116