Berita :: GLOBALPLANET.news

09 September 2019 20:01:45 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Sejumlah pekerja PT Felda Indo Ruber (FIR) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) guna mempertanyakan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) perusahaan terhadap ratusan karyawannya, Senin (9/9/2019). Selain itu, puluhan pekerja yang tersisa juga dipaksa mengundurkan diri.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah karet yang beroperasi di wilayah Desa Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, telah melakukan PHK terhadap 163 pekerja, dan pihak perusahaan saat ini meminta sisa pekerja yang ada dengan jumlah 36 orang untuk menandatangani surat pengunduran diri. 

"Awalnya seluruh pekerja ada 199 orang, dan yang telah di PHK ada 163 pekeja sisanya ada 36 orang. Alasan pihak perusahaan karena kondisi perusahaan sedang pailit. Saat ini, pihak perusahaan meminta 36 pekerja untuk mengundurkan diri serta sekarang ini posisi 36 pekerja itu dicutikan," ungkap Habib Nazar, salah satu pekerja PT FIR, saat dijumpai di Kantor DPRD, Senin (9/9/2019).

Namun diakuinya bahwa di saat pailit dan meminta seluruh pekerja untuk mengundurkan diri, perusahaan malah melakukan renovasi bangunan pabrik. 

"Kami heran kenapa pihak perusahaan masih merenovasi, itulah dasar kami menolak untuk menandatangani surat pengunduran diri karena terindikasi pihak perusahaan menghindari pembayaran pesangon. Dan kami berharap Dewan PALI memfasilitasi pertemuan antara pihak perusahaan dan pekerja untuk mencari solusi terbaik," pintanya. 

Terpisah, Irwan ST, Ketua Komisi III DPRD PALI yang menerima kedatangan belasan pekerja PT FIR menyatakan secepatnya dewan PALI memanggil pihak perusahaan. 

"Secepatnya kita panggil termasuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PALI untuk meminta penjelasan terkait PHK masal ini," tandasnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 117