Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasi Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Lahat, M Khairul (FOTO: FERRY ANDHIKA)

19 September 2019 11:28:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Persoalan pembinaan limbah medis menjadi pengawasan serius Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lahat.

Atas persoalan tersebut, setidaknya, 30 pusat medis, terdiri dari puskesmas dan klinik kesehatan, dapat teguran keras. Kepala Dinas DLH Lahat, Misri, melalui Kabid LB3, M Jonliadi mengatakan, persoalan limbah medis ini memang terus masuk pengawasan pihaknya.

Mengingat untuk Kabupaten Lahat sendiri, terkait pemusnahan limbah medis menggunakan insinerator yang ada di RSUD, Puskesmas, dan Puskesmas Bandar Jaya belum mengantongi izin operasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.

"Jadi selama ini, ada pihak ke 3 yang mengangkut limbah medis itu. Tidak dimusnahkan di Lahat. Namun baru RSUD Lahat yang sudah ada kerjasamanya," terang Jonliadi, disampaikan Kasi Peningkatan Kapasitas, M Khairul, Kamis(19/9).

Khairul menjelaskan, terkait limbah medis ini sebenarnya pihak klinik, puskes, maupun RSUD sudah melakukan pemilahan, hanya saja masih kurang. Sepatutnya harus lebih selektif, seperti limbah suntikan tidak tercampur dengan limbah infus. Selain itu, setelah dikumpulkan dalam satu bulan volumenya paling banyak 10 kilo, sedangkan transfortir maunya minimal 250 kilo.

"Ini jadi PR bersama pihak Dinkes untuk langkah ke depan. Sebenarnya aturan ini kan sudah diketahui oleh pihak kalangan medis," ujarnya. 

Khairul menyarankan, agar ke depan minimal di Lahat ada insinerator yang mengantongi izin, jadi limbah medis bisa langsung dimusnahkan. Untuk jngka panjang, bisa dibentuk BUMD pengolahan limbah medis. 

"Kalau belum mampu semua, setidaknya dibuatkan tempat penyimpanan sementara limbah medis. Nantinya TPS ini bisa bekerjasama dengan transportir," katanya. 

Reporter : Ferry Andhika Editor : AT Alam 99