Berita :: GLOBALPLANET.news

Potongan gambar kualitas udara menempatkan Palembang berbahaya bersama Pekanbaru dan Sampit. (Foto: Instagram/bmkg.staklimplb)

23 September 2019 08:12:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Di saat gembar-gembor usaha pemadaman dan debat siapa pemicu karhutla, udara di Palembang memasuki level berbahaya. Kabut asap pekat dan sekolah diliburkan.

BMKG Stasiun Klimatologi Palembang mengeluarkan pengumuman bahwa kualitas udara di Kota Palembang pada pagi hari ini sudah berada di tingkat berbahaya. "Untuk itu, kami imbau masyarakat waspada dalam berkendara, karena jarak pandang yang menurun. Dan jangan lupa menggunakan masker selama berada di luar ruangan," tulis BMKG Stasiun Klimatologi Palembang dalam akun Instagramnya, beberapa menit lalu, Senin (23/9/2019).

Memburuknya udara langsung disikapi Dinas Pendidikan Palembang dengan meliburkan sekolah hingga beberapa hari kedepan. Sesuai kewenangannya, sekolah yang diliburkan SD dan SMP negeri maupun swasta.

"Kepada sdr. Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri dan Swasta sekota Palembang melihat kabut asap yang sudah berbahaya  maka kami minta agar saudara dapat merumahkan siswa/siswinya selama 3 hari  mulai hari ini Senin 23 sep  sampai hari rabu 25 sep 2019," ujar Kadisdik Palembang, Ahmad Zulinto, kepada sekolah namun telah menyebarkan cepat melalui pesan singkat.

Orang tua siswa yang tidak mengetahui sekolah diliburkan, sempat mendatangi sekolah untuk mengantarkan anaknya. Namun setiba di sekolah mereka dipulangkan karena udara sudah berbahaya. "Berbahaya udara, berarti sama saja beracun. Tidak apa-apa mungkin latihan, kalau nanti Indonesia mau bangun pembangkit listrik nuklir dan meledak, sudah terbiasa pakai masker, libur dan pindah (mengungsi)," sesal warga yang kecewa.

Reporter : Rio Siregar Editor : Zul Mulkan 272