Berita :: GLOBALPLANET.news

Pihak DLH Lahat saat memberikan pandangan soal Limbah Medis kesejumlah pihak puskesmas (FOTO: IST)

01 Oktober 2019 17:58:00 WIB

LAHAT, GLOBALPLANET - Tenggat waktu (deadline) yang diberikan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat, terkait solusi soal limbah medis dari sejumlah puskesmas, RS, dan klinik binaan Binaan mendapatkan respons positif dari Dinas Kesehatan setempat.

Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan segera melakukan pendatangannya MoU dengan pihak transportir pengangkut limbah medis untuk mengurangi volume limbah yang dikeluarkan oleh setiap institusi kesehatan.

Menurut Kasi Kesling, Dinkes Lahat, Tuti saat ini mesin insinerator milik Dinkes Lahat dalam keadaan rusak, sehingga tidak bisa melakukan pemusnahan sendiri. Solusinya harus bekerjasama dengan pihak ke 3. Baik soal pengangkutan hingga pemusnahan libah medis tersebut.

"Saat pertemuan dengan pihak ke-tiga, mereka minta minimal 100 kg limbah medis dalan sekali angkut. Jumlah itu dirasa sangat banyak. Jadi dealnya hanya 75 kg limbah medis untuk kurun waktu pengangkutan 6 bulan sekali," terang Tuti, via seluler, Senin (1/10/2019).

Jika dari data DLH Lahat, dari 2 Rumah Sakit, 16 Puskesmas, 10 klinik, 1 bidan, 1 labor Dinas Kesehatan, dan 1 Palang Merah Indonesia Lahat, yang jadi binaan. Dalam 1 bulan, limbah medis yang terkumpul paling banyak 10 kg. Untuk itu perlu adanya tempat penampungan sementara, sebelum limbah tersebut diangkut.

"Karena gudang di dinkes semuanya penuh, limbah medis tersebut tetal di tampung di masing-masing puskesmas dan klinik. Selama ini baru Puskesmas Bandar Jaya dan Puskesmas Merapi 1, yang ada kerjasama sama pihak ke 3," katanya.

Reporter : Ferry Andhika Editor : AT Alam 98