Berita :: GLOBALPLANET.news

Warga termasuk ibu-ibu dan anak-anak turun ke jalan memblokade jalan kabupaten di Desa Tumi Jaya, Jayapura OKU Timur, Sabtu (5/10/2019). (Foto: Dadang Dinata)

05 Oktober 2019 14:54:05 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Warga baik lakii maupun perempuan dan bahkan anak - anak menggelar aksi unjuk rasa dan memblokade jalan kabupeten. Warga memprotes jalan rusak dan berdebu dari aktivitas angkutan batu milik perusahaan pemecah batu di Desa Tumi Jaya, Jayapura, OKU Timur Sumsel, Sabtu (5/10/2019).

Warga menuntut perusahaan bertanggung jawab dengan debu yang ditimbulkannya. Warga meminta perusahaan rutin menyiram badan jalan untuk mencegah debu.

Camat Jayapura, Sugiarto membenarkan adanya aksi demo blokade jalan, memang benar warga Desa Tumi Jaya Kecamatan Jayapura khususnya ibu-ibu memblokade jalan kabupaten di desa  tersebut. Warta menuntut  perusahaan-perusahaan  yang ada di Desa Tumi Jaya untuk  menyiram jalan supaya tidak berdebu. Mengingat jalan di desa itu rusak akibat banyak mobil angkutan batu milik beberapa perusahaan yang setiap hari melintas.

"Namun setelah kita adakan pertemuan mediasi dengan Warga Desa Tumi Jaya dan pihak perusahaan mendapat solusi terbaik," katanya.

Adapun dari pihak perusahaan yang hadir  PT GM, CV ATS, PT ALM , perusahaan-perusahaan  ini  berdomisili di wilayah Desa Tumi Jaya.

Camat mengimbau serta menyarankan kepada  perusahaan yang ada agar selalu menyiram debu di jalan agar tidak terjadi polusi udara. Kemudian untuk armada angkutan, diminta tidak menggunakan mobil tronton maupun sejenis fuso yang berkapasitas muatan  30 maupun 35 ton. "Apa lagi sampai over tonase," ungkapnya.

Pasalnya, sambung camat, kapasitas jalan tersebut tidak  mampu untuk mobil-mobil angkutan besar yang jenis tronton maupun fuso. "Kapasitas jalan untuk mobil  dengan kapasitas muatan lima sampai enam ton," katanya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 91