Berita :: GLOBALPLANET.news

Kedai bakso Granat Mas Aziz di Jalan Inspektur Marzuki, Selasa (29/10/2019). (Foto: Rahmad Kurniawan)

29 Oktober 2019 17:25:33 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Proses hukum pengrusakan alat E-tax di gerai Bakso Granat Mas Azis Palembang masih terus berlanjut. Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Masnoni melalui Kanit Reskrim Iptu Irsan Ismail mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut terus berjalan.

"Sedang dalam proses, sampai terakhir ini tidak ada kendala dari proses laporan BPPD Kota Palembang. Sekarang adik pemilik Bakso Granat masih saksi, penetapan tersangka belum diputuskan masih menunggu. Yang pasti terkait pengerusakan alat E-tax masih berjalan," katanya saat dikonfirmasi, Senin (29/10/2019).

Iptu Mas Noni melanjutkan, surat laporan kerusakan e-tax sudah sampai di tangan kejaksaan tinggi. Progres kasus terus berlanjut dan tidak ada kendala soal itu. Karena keterangan saksi dan bukti sudah cukup, berkasnya langsung diserahkan.

"Berkasnya sudah di kajati mungkin sebentar lagi sudah ada progres," singkatnya. 

Terpisah, Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengungkapkan, bahwa pihaknya akan berusaha agar laporan hukum diterima oleh kejaksaan tinggi. Apalagi sebelumnya, BPPD Palembang sempat melakukan efek jera terhadap penyegelan gerai Bakso Granat Mas Azis.

"Walau kami membuka lagi segel bukan berarti kami melewatkan proses hukum terkait pengrusakan alat e-tax yang dilakukan oleh adiknya Mas Azis," jelasnya.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, sambung Sulaiman, berkas yang sudah diserahkan kepada kejati sedang dalam proses keputusan. 

"Kami menunggu kepastian status tersangka sang adik kandung pemilik Bakso Granat Mas Azis. Pihaknya yang meminta status mediasi, dan kami tegaskan bahwa persoalan pengrusakan, tidak ada mediasi," tambah Sulaiman.

Sulaiman melanjutkan, dengan laporan keseluruhan sudah ditangan kejaksaan tinggi dan polisi. Pihaknya berharap penegak hukum dapat memberikan keadilan.

"Tidak ada lagi yang dapat dilakukan kecuali menunggu. Apalagi alat yang dirusak adalah barang milik negara. Kalau sudah urusan begini, bukan lagi kami. Saat ini semua sudah jadi kewenangan aparat penegak hukum," pungkasnya.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 118