Berita :: GLOBALPLANET.news

Suasana pengajuan e-KTP yang pernah terjadi di Disdukcapil Palembang. (Foto: Alwi Alim)

05 November 2019 16:58:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota di Sumsel kesulitan untuk mengeluarkan Kartu Tanda Kependudukan Elektronik (e-KTP). Hal ini disebabkan terbatasnya blangko e-KTP yang diberikan pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Sumsel, Helfiansyah Djarab mengakui saat ini pusat tengah mengalami krisis blangko e-KTP dikarenakan Kementrian Keuangan menolak pengajuan tambahan anggaran untuk pengadaan empat juta blangko. 

Hal ini diketahui berdasarkan surat edaran dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)  pada 26 Agustus 2019 lalu. Karena itu, saat ini beberapa Disdukcapil di Sumsel hanya mendapatkan jatah 500 blangko e-KTP perbulan termasuk Kota Palembang. "Jumlah ini jauh berkurang dari sebelumnya bisa sampai ribuan keping blangko," katanya saat ditemui, Selasa (5/11/2019).

Ia mengaku tidak mengetahui kapan krisis blangko ini berakhir. Namun, menurutnya solusi permasalahan tersebut yakni daerah melakukan pengadaan sendiri. Selain itu, Kemendagri juga memperbolehkan untuk melakukan pencetakan blangko sendiri mengingat banyaknya permintaan masyarakat untuk mencetak kartu tanda penduduk.

Berdasarkan data jumlah perekaman yang telah dilakukan di Sumsel yakni mencapai 99,82 persen atau sekitar 5.882.034 dari total wajib e-KTP sebanyak 5.892.508.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mengganti e-KTP karena saat ini tengah krisis blangko. Jika memang rusak, hilang, penggantian elemen data akan diterbitkan Surat Keterangan Pengganti Tanda Identitas (Suket) dulu," tutupnya. 

Reporter : Alwi Alim Editor : Zul Mulkan 370