Berita :: GLOBALPLANET.news

Warga menerobos jalan di Kota Palembang yang diselimuti asap, Jumat pagi (8/11/2019). (Foto: A Taufiq Akbar)

08 November 2019 08:17:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kabut asap diduga karena kebakaran hutan dan lahan masih melanda Kota Palembang di Sumsel. Sejak dini hari Jumat (8/11/2019) asap pekat menggantung atau menyelimuti ibu kota Provinsi Sumsel.

Dengan asap yang tebal terlihat memutih seperti awan, warga tetap bergerak seperti biasa menuju sekolah, kantor dan lainnya. Terlihat tidak begitu banyak lagi warga terutama pengendara sepeda motor yang menggunakan masker.

"Percuma dek pakai masker, asap dimana- mana dan dak tahu sampai kapan?" ujar Ian, ibu rumah tangga di Kol H Barlian dalam perjalanan mengantar anaknya ke salah satu sekolah di KM 3-5 Palembang.

Begitu pun para tukang ojek konvensional yang ditemui di sekitar RS Fatimah, mereka mengaku tidak mungkin harus menyiapkan masker setiap saat. "Kalau masker gratis kan harus diganti, tidak dipakai terus. Tapi seperti ini mas, asap ini kapan habisnya. Semua tidak peduli, wartawan juga buat berita itu banyak sebut Palembang kembali diselimuti kabut asap, padahal bukan itu. Harusnya Palembang masih diselimuti asap, benar kan," kata Mang Jau, salah satu pengojek konvensional dengan nada agak tingginya.

Namun begitu, mereka sepakat untuk terus mendoakan para petugas yang terus berjibaku memadamkan karhutla. "Pemerintah sudah berupaya, ada helikopter, darat, sholat istisqa minta hujan. Jadi bukan salah pemerintah, tapi asap saja masih ada," katanya lagi.

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 51