Berita :: GLOBALPLANET.news

Rapat terkait siaga karhutla di BPBD Sumsel. (Foto: Alwi)

08 November 2019 14:41:47 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga kini terus terjadi di Sumsel, hal ini berakibat pada kabut asap di Kota Palembang. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel pun terpaksa memperpanjang status siaga darurat karhutla.

Perpanjangan status siaga darurat karhutla ini akan dilakukan hingga 20 hari kedepan atau 30 November mendatang.

"Kami sepakat memperpanjang status tanggap darurat karhutla ini hingga 30 November,"  kata Herman Deru saat menghadiri Rapat Bersama FKPD Sumsel dan Satgas Karhutla terkait Penanganan Karhutla di Wilayah Sumsel, Jumat (8/11/2019).

Perpanjangan status ini diakibatkan anomali cuaca yang diluar perkiraan dan berbeda dari tahun sebelumnya. Ia mengaku sebelumnya sempat berencana untuk menarik personel. Namun, tiba-tiba api kembali muncul di lahan gambut meski telah diguyur hujan.

Selain memperpanjang status siaga, pihaknya juga menyiapkan dana darurat sebagai penambahan di tiga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), PALI, dan Ogan Ilir.

"Kami imbau personel untuk tetap siaga dan tidak meninggalkan lahan hingga status siaga berakhir," harapnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Klas 1 Palembang, Nuga Putrantijo mengungkapkan kondisi panas saat ini dipengaruhi adanya tiga siklon tropis di Laut Andaman, Filipina, dan Laut Cina Selatan. Sehingga membuat kondisi kemarau yang sangat kering dan panjang.

Seharusnya, pada Bulan November monsum Asia yang membawa lebih banyak uap air sudah masuk ke wilayah Sumsel. Hanya saja, monsum Australia yang bersifat lebih kering sampai sekarang masih menaungi wilayah Sumsel.

"Berdasarkan prediksi, musim kemarau masih akan berlangsung hingga dasarian ketiga bulan November. Sedangkan, puncak musim hujan di Sumsel diperkirakan terjadi pada periode Februari-Maret mendatang," tutupnya.

Sebelumnya, Pemprov Sumsel berencana untuk mencabut siaga karhutla akibat hujan yang mengguyur Sumsel sejak beberapa hari terakhir. Pencabutan status ini bakal dilakukan pada 10 November mendatang. 

 

Reporter : Alwi Alim Editor : M.Rohali 45