Berita :: GLOBALPLANET.news

Kasat Lantas Polres Muba AKP Candra Kirana saat memperlihatkan kartu Smart SIM. (Foto: Amarullah)

27 November 2019 16:55:58 WIB

MUBA, GLOBALPLANET - Satuan Lalu Lintas Polres Muba mulai menerapkan kartu Smart SIM. Kartu yang launching dan diresmikan oleh Kakorlantas pada 22 September 2019 yang lalu ini, memiliki fungsi sebagai uang elektronik.

"Penerapannya (Smaet SIM) sudah sejak 2 hari yang lalu. Kartu Smart SIM ini, selain sebagai bukti kompetensi kemampuan mengemudi seseorang, juga dapat berfungsi sebagai uang elektronik," ujar Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, melalui Kasat Lantas AKP Candra Kirana, Rabu (2/11/2019).

Smart SIM sendiri, sambung dia terdapat chips pada kartu didalamnya. Chips tersebut bisa digunakan sebagai uang elektronik yang dapat diisi ulang (top-up) dengan nominal maksimal Rp.2.000.000. Sehinggabdapat bermanfaat, seperti 
membayar tol, membayar parkir bagi fasilitas parkir yang menggunakan E-MoneY, Brizzi dan lain sebagainya. 

"Bisa juga untuk membayar belanja di minimarket, tiket kereta api dan juga tidak kalah pentingnya Smart SIM ini bisa juga untuk melakukan pembayaran denda tilang (E-Tilang) dengan menggunakan saldo pada kartu Smart SIM. Dimana tentunya saldo pada kartu Smart SIM akan berkurang sesuia besaran denda tilang yang telah di bayarkan.

Terkait dengan rekam jejak tilang, setiap anggota yang melakukan penilangan terhadap pelanggar, maka rekam jejak tilang akan tercatat otomatis di dalam Smart SIM tersebut. Dimana saat anggota nanti membuka rekam jejak dari SIM pelanggar, bisa diketahui jenis pelanggaran apa dan tanggal berapa pelanggaran itu terjadi.

"Pada saat melaksanakan kegiatan razia kita juga telah menyiapkan mesin EDC, dalam hal bekerja sama dengan pihak Bank BRI guna memudahkan masyarakat yang melanggar supaya dapat langsung membayar denda tilangnya dengan menggesek kartu Smart SIM nya ke mesin EDC tersebut," terang dia.

"Baru diberlakukan karena kita terlebih dulu harus menghabiskan material-material lama. Baru setelah kartu Smart SIM ini dapat kita terbitkan. Untuk mekanisme pembuatan SIM masih tetap sama, pun demikian juga dengan syarat-syarat dan biaya PNBP-nya juga tidak berubah," beber dia.

Dalam hal keamanan, apabila terjadi kehilangan kartu Smart SIM mekanisme yang dilakukan tetap sama yaitu melaporkan kepada pihak kepolisian  di SPKT guna diterbitkannya Laporan Kehilangan. Dimana dengan laporan kehilangan dapat melakukan pembuatan Smart SIM yang baru dan juga dapat mengajukan pada bank untuk pemblokiran kartu Smart SIM yang hilang sesuai dengan nomor SIM yang tertera pada laporan kehilangan.

"Smart SIM sudah di disetujui dan bekerja sama dengan beberapa Bank di indonesia, yaitu Bank BNI Tabs Cash, Bank BRI dengan Brizzi dan Bank Mandiri dengan E-Money. Jadi masyarakat yang sudah mendapatkan Smart SIM yang ingin mengisi saldo, silahkan bisa mendatangi Bank tersebut," tandas dia.

 

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : M.Rohali 156