Berita :: GLOBALPLANET.news

(Foto: Ist)

12 Desember 2019 12:29:47 WIB

JAKARTA, GLOBALPLANET - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, Ujian Nasional (UN) masih akan dilaksanakan pada tahun 2020. Namun, itu akan menjadi pelaksanaan UN yang terakhir kalinya.

Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter, katanya, Rabu (11/12/2019).

Pelaksanaannya pun tidak akan terjadi di masa atau tahun terakhir sekolah, Moms. Melainkan pada tengah jenjang sekolah, misalnya saat anak berada di kelas 4, 8 dan 11.

Pelaksanaan di tengah jenjang sekolah ini dilakukan untuk dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Jadi hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, terus mencuri perhatian dengan gaya kepemimpinannya. Teranyar, Nadiem berencana mengusung kebijakan pendidikan yang dinamainya 'Merdeka Belajar'

Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat keterangan persnya mengatakan kebijakan ini dibuat untuk menjawab pertanyaan tentang Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan sistem zonasi sekolah.

Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran kedepan yang fokus pada arahan Bapak Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

 

 

Sumber: Inilah

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 220