Berita :: GLOBALPLANET.news

Pengidap penyakit Buerger Disease, Zulkarnain (34), warga Kecamatan Pendopo, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, Rabu (4/4/2018). (Foto: Rodi Hartono)

04 April 2018 15:57:56 WIB

EMPAT LAWANG, GLOBALPLANET.news - Pengidap penyakit Buerger Disease, Zulkarnain (34), warga Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Empat Lawang, untuk menjalani perawatan intensif, Rabu (4/4/2018).

Waton (47), warga yang merawat Zulkarnain selama ini, menceritakan kronologis dirinya merawat Zulkarnain hingga akhirnya dapat dirawat di RSUD Empat Lawang.

“Zulkarnain sebenarnya warga Desa Umo Jati, Pendopo, terlantar di Desa Tanjung Eran dalam kecamatan yang sama. Atas kebijakan Desa Tanjung Eran, dia diakui sebagai warga Tanjung Eran, tempat dia ditemukan terlantar di salah satu pondok tak berpenghuni tengah sawah, di wilayah desa itu,” jelas Waton.

Lebih lanjut diceritakannya, berkat bantuan pihak Tagana, Pramuka, pemerintah desa setempat, Koramil dan Kepolisian, Zulakrnain akhirnya dibawa ke RS Pratama Pendopo, namun dirujuk oleh pihak RS Pratama Pendopo ke RSUD Empat Lawang.

“Sempat diobati di RSUD Empat Lawang, lalu dikembalikan lagi ke Pendopo. Saya tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi hingga disuruh kembali ke Pendopo lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, saat dikembalikan ke Pendopo, dia selaku pihak yang turut serta mengevakuasi Zulkarnain dari pondok tengah sawah di Desa Tanjung Eran, kebingungan membawa Zulkarnain ke mana.

“Saya sempat ancam salah satu bibinya, jika tidak bisa menampung Zulkarnain ini di rumahnya, saya akan bawa lagi ke pondok tengah sawah tempat Zulkarnain ditemukan. Bibinya akhirnya mau menerima, asal segala kebutuhan Zulkarnain termasuk makannya sehari-hari ada dan saya tegaskan itu biar saya yang tanggungjawab,” ujar Waton dan turut dibenarkan Kepala Panti Asuhan Al-Ikhsan Kecamatan Pendopo, Iskandar Sahil.

Di sinilah, lanjut Waton, dirinya kebingungan apa lagi yang harus dilakukan. Pihaknya sudah menghubungi Dinsos Empat Lawang, namun hanya mendapatkan janji saja akan dijemput, namun ditunggu-tunggu tidak datang juga.

Sementara, Kabid Pelayanan RSUD Empat Lawang, Desiana menjelaskan, pasien atas nama Zulkarnain ini, mengidap Buerger Disiese (penyakit Buerger) atau kematian jaringan akibat penyumbatan pembuluh darah.

“Pasien ini awalnya mendapatkan perawatan di RSUD Pendopo, lalu dirujuk ke RSUD Empat Lawang. Setelah dirawat, dipastikan pasien ini cukup mendapatkan rawat jalan, namun saat itu pihaknya tidak tahu menjelaskan hal itu kepada siapa, karena kades yang membawanya, sudah pulang duluan sebelum pasien, keluar dari rumah sakit,” terangnya.

Karena itu, pihaknya menolak jika disebutkan menelantarkan pasien, sebab pasien telah mendapatkan perawatan dan dalam proses rawat jalan per tiga hari harus diperiksa kembali kondisi penyakitnya.

“Kendalanya saat itu, tidak ada pihak keluarga yang mempertanggungjawabkan pasien ini,” katanya.

Sementara, Assisten I Pemkab Empat Lawang, Rahmad Riandy yang mendampingi Zulkarnain ke RSUD Empat Lawang, di Tebing Tinggi, memastikan penderita penyakit yang cukup langka tersebut, mendapatkan perawatan yang memadai dari pihak RSUD Empat Lawang.

“Kita tunggu dulu hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya terlebih dahulu, baru nanti kita putuskan tindakan apa yang akan kita ambil,” ungkap Riyandi.

Dikatakanya, apa yang dilakukan pihaknya ini, sebagai bentuk kepedulian Pemkab Empat Lawang, terhadap warganya yang sedang dalam kesusahan.

“Persoalannya kemarin, itu hanya miss komunikasi saja. Tidak benar jika Pemkab Empat Lawang, tidak peduli dengan warga yang menagalami hal-hal seperti ini,” katanya.

Diceritakannya, saat mengetahui kondisi Zulkarnain melalui media massa, dirinya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, dinkes dan dinsos, termasuk pihak RSUD Empat Lawang, agar segera melakukan tindakan tepat untuk menangani persoalan yang dihadapi salah seorang warga di Kecamatan Pendopo, yang diakuinya memang terlantar.

“Jangan sampai image-nya, pemkab Empat Lawang, tidak peduli dengan kondisi warganya,” jelas dia.

Reporter : Rody Hartono Editor : Agus Rizal