Berita :: GLOBALPLANET.news

Kapospol Desa Suka Mukti, Aiptu Al Hafiz, M, SH bersama pihak perusahaan perkebunan membuat kanal untuk menjaga kelembaban gambut. (Foto: Ist)

07 Mei 2018 13:50:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET.news - Di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan wilayah yang dianggap rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), salah satunya di Desa Sungai Sodong dan Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI.

Untuk mencegah agar di wilayah Kecamatan Mesuji tidak terjadi Karhutla, Polsek Mesuji melalui Kapospol Desa Suka Mukti, Aiptu Al Hafiz, M, SH melakukan berbagai upaya cegah dini, baik melalui penyebaran maklumat bersama dan penyuluhan tentang larangan karhutla. Selain itu bersinergi dengan perusahaan setempat dalam pembuatan sekat kanal maupun embung untuk menjaga kelembaban tanah.

“Untuk wilayah Polsek Mesuji, salah satu desa yang rawan karhutbunla adalah Desa Pagar Dewa dan Desa Sungai Sodong. Oleh karena itu kita telah melakukan koordinasi dengan perusahaan sekitar dan telah disepakati untuk kerjasama pencegahan Kebakaran Hutan kebun dan lahan (karhutbunla),” ungkap Kapolsek Mesuji AKP Darmanson melalui Aiptu Al Hafiz.

Selaras dengan hal itu, diketahui Kapolres OKI AKBP Ade Harianto, SH,MH juga telah mengajak sekitar 20 lebih perusahaan perkebunan untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin (30/4/2018) lalu, yang mengharuskan para perusahaan agar mematuhi isi adendum perjanjian kerjasama atau MoU tersebut.

"Langka tegas akan kita ambil jika terjadi kelalaian yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan, perkebunan dan lahan (Karhutbunla) milik perusahaan perkebunan tersebut, sesuai dengan peraturan kementan dan LKH," kata Kapolres OKI.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dalam penanganan karhutbunla pihak perusahaan wajib menyampaikan luas lahan yang dimiliki termasuk peta wilayahnya, membuat skat kanal termasuk perewatannya dan juga melakukan pengecekan. Perusahaan perkebunan juga harus menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menyelenggarakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan.

"Diharapkan juga perusahaan tersebut melakukan himbauan berbentuk spanduk ataupun baleho, termasuk imbauan di media cetak dan elektronik, melakukan edukasi masyarakat dan pelatihan-pelatihan tidak hanya di lahan perusaan akan tetapi juga diluar lahan konsesi perusahaan," bebernya.

Diungkapkannya juga, di dalam peraturan Kementan dan LKH tersebut sudah tertulis jelas. Oleh karena itu, apa bila terjadi kebakaran maka akan kita tindak tegas, jadi penyidik tinggal mengaudit dan jika tidak memenuhi syarat maka telah terjadi unsur kelalaian.

"Baik pihak perusahaan perkebunan maupun pelaku pembakaran lahan lainnya akan kita tindak tegas, karena harga diri bangsa dipertaruhkan dalam Asian Games ini, masak ada karhutbunla di Indonesia apa lagi kita sedang menjadi tuan rumah dalam Asian Games 2018," tuturnya.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 140