Berita :: GLOBALPLANET.news

Kadinsos OKU Timur, Juwairiah. (Foto: Ist)

08 Mei 2018 13:29:00 WIB

OKUT, GLOBALPLANET.news - Kuota Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (PKM), melalui penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten OKU Timur bertambah menjadi 22 ribu penerima. Adanya penambahan jumlah PKM bukan hanya di OKU Timur, tetapi seluruh daerah pada 2018 mendapat tambahan kuota PKH.

“Penerima PKH harus memenuhi empat syarat, diantaranya keluarga miskin yang memiliki anak balita, anaknya masih sekolah, ada penyandang disabilitas dan ibu hamil,” kata Kadinsos OKU Timur, Juwairiah didampingi oleh Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosialk, Derga Karensa, pada Selasa (8/5/2018).

Meskipun orang miskin, tetapi tidak memenuhi empat syarat tersebut tentu tidak bisa menjadi penerima. “Data yang ada dari pusat diserahkan ke Dinsos daerah masing-masing, karena seluruh daerah pada 2018 mendapat tambahan kuota PKH,” ujarnya.

Untuk memperbaiki data tersebut, sekarang sedang melakukan validasi data, yang meninggal dan sudah sejahtera maka akan dicoret, untuk perubahan data harus mengajukan ke Basis Data Terpadu Kementerian Sosial. Dengan validasi data akan diketahui data yang sebenarnya. “Untuk validasi dikakukan oleh petugas PKH hingga ke desa-desa,” jelasnya.

Sedangkan jumlah petugas PKH se OKU Timur sebanyak 118 orang, untuk setiap kecamatan berbeda-beda jumlahnya. Per satu pendamping membawahi 50 PKM. Dari hasil validasi data sudah ada 500 orang yang dikeluarkan karena sudah mampu dan ada yang tidak memenuhi komponen yang sesuai aturan.

”Dengan validasi data kita harapkan kedepannya akan lebih baik lagi,” tambahnya.

Besaran nominal yang diterima per PKM Rp1,89 juta pertahun dibagi empat tahap dan ditransfer secara langsung ke rekening penerima. Untuk OKU Timur PKH Rp60 miliar dan Pemda diwajibkan memenuhi dana sering sebesar 5 persen dari total bantuan yang dikeluarkan oleh pusat sesuai Surat Edaran Kemensos 1001/LJS. JSK/06/2017 tentang dukungan dana penyertaan minimal 5 persen ditandatangani Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat.

Pada tahun 2017 dana sharing dari OKU Timur 4,25 persen dari total anggaran yang diturunkan pemerintah pusat sebesar Rp30 juta dengan jumlah PKH 12 ribu. “Ini mencerminkan betapa besarnya perhatian Pemkab OKU Timur terhadap warga miskin,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskanya, bahwa tahun ini ada penambahan 12 ribu namun bukan berarti masyarakat miskin di OKU Timur tinggi tapi itu sesuai keputusan pemerintah pusat untuk memenuhi persentase data miskin dari Basis Data Terpadu 2015. ”Penambahan jumlah PKM bertambah bukan berati masyarakat miskin OKU Timur bertambah,” tandanya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : M.Rohali 473