Berita :: GLOBALPLANET.news

Pangdam II SWJ Mayjend TNI AM Putranto dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain saat melakukan pemeriksaan peralatan dalam Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan Kabupaten Musi Banyuasin, di Kecamatan Sungai Lilin, Senin (14/5/2018). Foto: (Amarullah Diansyah)

14 Mei 2018 17:41:14 WIB

MUBA, GLOBALPLANET.news - Pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin terus dilakukan. Hal ini dikarenakan, adanya ultimatum agar sepanjang 2018 Indonesia bebas Karhutla, khususnya saat pelaksanaan Asian Games pada Agustus mendatang.

"Apel ini menunjukkan siapa kita, pada Juli sudah datang kontingen dari sejumlah negara untuk persiapan Asian Games. Apabila ada asap saat pelaksanaan Asian Games, maka mereka (kontingen) akan pulang. Jadi semua harus berbuat sekuat-kuatnya," ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain, saat Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan Kabupaten Musi Banyuasin, di Kecamatan Sungai Lilin, Senin (14/5/2018).

Agar Karhutla tidak terjadi, sambung dia, seluruh pihak harus bekerja dengan sinergitas yang tinggi dalam penanggulangan dan pencegahan Karhutla di Provinsi Sumsel. Bukan hanya itu, kebiasaan masyarakat membakar lahan harus dihilangkan.

"Tidak ada lagi kebiasaan membakar (hutan dan lahan), ingat bisa dipidanakan. Kita juga lakukan pantauan. Sedemikian luasnya kebun sawit, namun tidak ada tower. Jika terjadi kebakaran diwilayah itu (perkebunan) maka bisa juga dipidana korporasinya," tegas dia.

Lebih lanjut Zulkarnain mengatakan, dalam pemeriksaan personil dan peralatan, sejauh ini dinilai sudah cukup baik. Sehingga pencegahan dan penanggulangan dapat dilakukan dengan maksimal di seluruh daerah.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI AM Putranto, mengatakan, Karhutla merupakan isu nasional dan harus menjadi perhatian serius oleh seluruh pihak. Dikarenakan Karhutla menyebabkan timbulnya berbagai kerugian, mulai dari kesehatan, hingga materi.

"Kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Terpenting adalah mindset dari para petani harus diubah. Kewajiban memberikan sosialisasi terus dilakukan, kita perlu bantuan masyarakat untuk menghindari pembakaran, jika tetap dilakukan ada proses hukumnya," tandasnya.

Reporter : Amarullah Diansyah Editor : Juliandi 195