Berita :: GLOBALPLANET.news

Tersangka Eddy Sutopo saat dintrogasi Kapolsek Mesuji AKP Darmanson. Insert barang bukti mobil yang di gelapkan tersangka. (Foto: Ist)

16 Mei 2018 09:33:42 WIB 223

OKI, GLOBALPLANET.news - Tersangka Eddy Sutopo (34), warga Dusun II RT 04, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini terpaksa harus digendang ke Mapolsek Mesuji, karena melakukan penipuan dengan berkedok beli mobil.

Tersangka ditangkap Selasa (15/5/2018) disalah satu rumah warga di Desa Jaya Bakti, Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Darmanson, atas dasar laporan korban Legimin, dengan nomor LP/B-13/V/2018 tanggal 09 Mei 2018.

Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto, SH, MH, melalui Kasubag Humas Polres OKI, melalui kapolsek Mesuji AKP Darmanson, dan Ipda Ilham Parlindungan mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan setelah kita memastikan informasi bahwa tersangka berada di salah satu rumah warga yang berada di Blok A Desa Jaya Bakti Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI.

"Setelah melakukan penyelidikan atas kebenaran info tersebut, selanjutnya kita lakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa adanya perlawanan dan pelaku mengakui semua perbuatanya. Kemudian pelaku langsung kita amankan di Mapolsek Mesuji guna penyidikan lebih lanjut," jelasnya.

Adapun barang bukti yang berhasi disita yakni, Satu Unit Mobil APV B 8835 DJ, Satu unit HP Nokia berikut nomor yang digunakan tersangka, satu lembar nota penjualan, satu lembar foto copy STNK dan satu buah buku BPKB Mobil APV tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya kronologi penipuan tersebut terjadi pada hari selasa tanggal 09 Januari 2018, sekira jam 14.00 Wib di Desa Sumber Deras, Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI, yang dilakukan oleh pelaku atas nama, Eddy terhadap pelapor Legimin.

"Sebelumnya, pada hari Senin tanggal 08 januari 2018 pelapor yang telah berkomunikasi dengan pelaku via telpon, maksud untuk menjualkan satu Unit mobil pelapor merk suzuki APV nopol B 8835 DJ," ungkapnya.

Lanjutnya, lalu pelaku menyetujui untuk membeli mobil pelapor, kemudian pada hari selasa tanggal 09 januari 2018 sekira jam 14.00 Wib datang 2 orang laki - laki mengaku utusan pelaku untuk mengambil mobil pelapor di rumahnya yang berada di Desa Sumber Deras.

"Kemudian pelapor menelpon pelaku perihal kejelasan 2 orang tersebut, setelah dijelaskan pelaku bahwa memang benar 2 orang tersebut merupakan utusannya untuk mengambil mobil pelapor. Setelah itu pelapor menyerahkan mobil dan STNK pelapor, dengan perjanjian pembayaran akan dibayar pada tanggal 15 Februari 2018," jelasnya.

Kemudian setelah jatuh tempo tanggal yang telah ditentukan, pihak pelapor menghubungi pelaku dan menanyakan uang penjualan mobil tersebut. "Pelaku kemudian menjawab agar pelapor mengirimkan nomor rekeningnya, namun setelah pelapor mengirimkan nomor kenening tersebut via handphone uang tersebut tidak kunjung dikirimkan oleh pelamu," katanya.

Pada tanggal 22 februari 2018 pelapor meminta bantuan keponakannya yaitu Bripda Wahyu untuk menanyakan uang penjualan mobil pelapor kepada pelaku, kemudian Bripda wahyu menanyakan dan mencari pelaku kerumahnya. Akan tetapi tidak pernah bertemu, kemudian dihubungi lagi via handphone pelaku menjelaskan akan segera mengirim uang tersebut dan lagi lagi meminta nomor rening namun tidak kunjung dibayar juga.

"Pelapor sempat mendatangi kerumahnya tetapi pelaku tidak pernah berada dirumah dan ditanya kepada istrinya selalu di jawab bahwa tidak tau pergi kemana," ujarnya, sembari menjelaskan setelah itu nomor hp pelaku tidak aktif lagi dan setelah di selidiki mobil tersebut sudah dijual oleh pelaku kepada warga tugu Jaya Kecamatan Lempuing.

Merasa dirinya tertipu akhirnya pelapor melaporkan kejadian tersebur ke Polsek Mesuji untuk di proses secara hukum. "Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian berupa, 1 unit mobil suzuki APV warnah abu abu metalik tahun 2004 nopol B 8835 DJ, nosin G15AID-100392,Noka MHY6DN41V4J-100303, dengan total kerugian di tafsir sebesar Rp 45.000.000.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali