Berita :: GLOBALPLANET.news

Pj Wako Prabumulih, H Richard Chahyadi, melantik sejumlah pejabat Pemkot Prabumulih yang dimutasi di Gedung Kesenian Rumah Dinas (Rumdin) Wako,Rabu (16/5/2018). (Foto: Hardoko Susanto)

16 Mei 2018 16:16:12 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET.news - Setelah dilantik sebagai Pejabat (Pj) Wali Kota Prabumulih pada 13 Mei 2018, H Richard Cahyadi, melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih, Rabu (16/5/2018).

Dari data yang dihimpun, terdapat 68 pejabat yang masuk dalam rotasi kali ini, terdiri dari 14 pejabat eselon II, 33 dari eselon III, dan 21 eselon IV. Yang paling mencolok posisi jabatan asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah dan beberapa jabatan lainnya.

Menurut H Richard Chahyadi, perombakan pejabat hal itu yang wajar dan biasa terjadi. Apa lagi di zaman sekarang, kata Richard, bukan zamannya lagi pejabat menjadi boneka. Pejabat harus mampu bersikap, bertindak, dan berbuat.

"Jangan hanya melapor dan menunggu perintah kepada Wako saja. Selain itu, bukan zamannya lagi pejabat hanya melayani segilintir orang," ucapnya.

Kata Richard, mutasi ini juga bagian dari upaya perbaikan pola kerja di lingkungan Pemkot Prabumulih. 

"Kita minta proses administrasi kegiatan lebih tertata dan terarah, kita minta OPD memperhatikan hal itu. Sehingga surat masuk di lingkungan Pemkot terarah dan tahu tujuannya, tidak seperti yang lalu, surat masuk tidak tahu arahnya dan terkadang hilang," sindirnya.

Menurutnya, sesuai dengan imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), jabatan camat dan lurah harus diisi oleh yang berkompeten latar belakang pemerintah.

"Posisi camat dan lurah punya beban dan tanggung jawab berat. Kita minta camat dan lurah terjung ke lapangan, untuk mengecek titik dan lokasi Tempat Pemilihan Suara (TPS). Data jumlah akurat mata pilih di masing-masing pemilih, jangan ada pemilih yang bukan warga Prabumulih," pesannya.

Dia juga meminta, supaya camat dan lurah mengawasi proses Pilkada serentak, sehingga bisa berlangsung sukses dan aman. 
Ambil langkah-langkah konkret, untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pilkada Serentak.

"Camat dan lurah punya tanggung jawab tentang penyelenggaraan Pilkada serentak, jadi ambil langkah-langkah kongkrit untuk memastikan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan Pilkada serentak," pungkasnya. 
 

Reporter : Hardoko Susanto Editor : Amizon 261