Berita :: GLOBALPLANET.news

Tim Gabungan melakukan sidak di dua kawasan perdagangan terbesar di Empat Lawang, Rabu (16/5/2018). Foto: (Rody Hartono)

16 Mei 2018 16:57:00 WIB

EMPAT LAWANG , GLOBALPLANET.news - Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang, Satpol PP Kabupaten Empat Lawang, Polres Empat Lawang dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pusat perbelanjaan dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, Rabu (16/5/2018).

Pantauan dilapangan, mula-mula tim langsung meninjau kawasan Pasar Musi Jaya Tebing Tinggi. Di sini tim yang dipimpin langsung Kadisperindag Kabupaten Empat Lawang, Rudiyanto bersama Kasatreskrim Polres Empat Lawang, AKP M Ismail dan Ketua YLKI Lahat, Sanderson beserta anggota tim dari Dinkes Empat Lawang dan Satpol PP melakukan pengecekan harga dan meneliti barang-barang yang dijual para pedagang di pasar ini.

Dalam pemeriksaan barang-barang dagangan di pasar ini, tim berhasil menemukan bahan makanan yang sudah kadaluarsa dan langsung melakukan peneguran kepada pedagang.

Disisi lain, anggota tim mengambil sample sejumlah bahan makananan yang disinyalir mengadung bahan-bahan berbahaya, untuk dibawa ke laboratorium.

Usai melakukan sidak ke Pasar Tebing Tinggi dan sejumlah toko swalayan, tim selanjutnya bergerak ke Kecamatan Pendopo. Langkah yang sama juga diambil di Pasar Tradisional Modern (PTM) Pendopo, dan menemukan sejumlah timbangan yang digunakan para pedagang, diduga belum pernah dilakukan tera ulang.

Dalam keterangan persnya usai pelaksanaan sidak, Kepala Disiperindag Kabupaten Empat Lawang, Rudiyanto mengatakan, sidak yang dilakukan petugas gabungan ini, merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, dalam melakukan pantauan gejolak harga, ketersedian bahan-bahan pokok dan melakukan pembinaan bagi para pedagang agar tidak menjual bahan makanan yang kadaluarsa atau mengadung zat-zat berbahaya.

"Ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan dan kebetulan menjelang bulan ramadan, kita ingin tahu sejauh mana gejolak harga di dua pasar besar di Kabupaten Empat Lawang," kata Rudi.

Disampaikannnya, dari pantauan yang dilakukan tim gabungan, didapati informasi, kenaikan harga saat ini, tidak begitu berpengaruh bagi konsumen.

"Seperti harga daging, variasi harga Rp120 ribu hingga Rp130 ribu. Kenaikannya masih tergolong normal. Sementara beberapa komoditas sayur-mayur, ada yang naik dan ada juga yang turun, seperti cabe dan bawang mengalami penurunan harga. Jadi ini tergantung pemasok," ungkapnya.

Mengenai ada yang ditemukan tim bahan makanan seperti mie kering yang kadaluarsa, pihaknya minta kepedagang agar tidak dijual kembali.

"Sifatnya masih pembinaan. Saat kita tanya, pedagangnya mengaku tidak tahu dan mie tersebut ternyata baru dimasukan penyalurnya ke pedagang, makanya kita minta agar tidak dijual," jelas Rudi.

Sementara, Ketua YLKI Lahat, Sanderson menjelaskan, kemungkinan besar pedagang tidak tidak tahu jika barang tersebut sudah kadaluarsa.

"Tadi kita juga peringatkan secara lisan agar tidak menjual kembali barang-barang kadaluarsa. Kalau nanti kedapatan kembali menjual barang seperti itu, sanksinya tentu kita serahkan ke pihak Disperindag dan Polres Empat Lawang," ujar Sanderson.

Karena itu lanjut Sanderson, pihaknya meminta pembeli di Kabupaten Empat Lawang, agar menjadi konsumen yang cerdas, dengan meneliti sebelum membeli.

"Konsumen harus cerdas dan dapat membedakan mana yang layak konsumsi mana yang tidak. Teliti sebelum membeli itu sangat penting," imbuhnya.

Mengenai temuan adanya timbangan yang tidak laik digunakan. Ia mengakui masalah seperti itu sebut Sanderson, tidak hanya terjadi di Kabupaten Empat Lawang, namun menjadi masalah di Sumatera Selatan (Sumsel) dan itu sangat disayangkan pihaknya.

"Kendala di Sumsel, Badan Meteorologi itu cuma ada di Palembang, sementara UPTD-nya keterbatasan petugas dan itu sangat kita sayangkan dan menjadi masalah di Sumsel," tukasnya.

Reporter : Rody Hartono Editor : Juliandi 178