Berita :: GLOBALPLANET.news

Plt Bupati OKI, HM Rifai, SE dan Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto, SH, MH saat menghapus simbol atau kode pemalak di badan truk. (Foto: Eko Saputra)

17 Mei 2018 18:31:34 WIB

OKI, GLOBALPLANET.news - Polres Ogan Komering Ilir (OKI) intens memberantas habis aksi pungutan liar (pungli) di sepanjang jalan lintas timur (jalintim) sumatera, di wilayah OKI. Mulai menggelar patroli rutin di jalintim, Polisi juga menghapus simbol atau merek yang dipasang di setiap badan truk oleh kelompok preman.

Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya Polres OKI telah mengamankan sebanyak 6 pelaku aksi preman yang melakukan pemalakan terhadap sopir angkutan di jalan lintas timur.

Dalam memerangi dan memberantas aksi premanisme ini, Kamis (17/5/2018) bersama instansi terkait, Polres OKI juga melakukan penghapusan simbol-simbol yang tertera di badan mobil angkutan barang, baik jenis truk ataupun lainnya yang sengaja dipasangkan kelompok tertentu dengan dalih pengamanan.

Selain melakukan penghapusan simbol-simbol tersebut, para sopir juga diminta agar tidak memberi peluang kepada pelaku premanisme dengan memberikan sejumlah uang. Dan diminta segera melaporkan apabila mengetahui atau akan menjadi korban, langsung menghubungi layanan pengaduan 110 dengan operator yang standby selama 24 jam.

“Kedepan, kami minta bapak jangan lagi memberikan sejumlah uang kepada para pelaku dengan dalih apapun dari mereka. Apabila mengetahui atau mengalami langsung silahkan segera hubungi call center 110 Polres OKI, maka anggota kita akan langsung merespons cepat pengaduan yang disampaikan,” kata Kapolres.

Salah satu sopir asal Pulau Jawa, Nadi, mengaku beberapa minggu terakhir sudah tidak lagi aksi pemalakan. “Selama ini kami harus nyetor kepada pemalak yang mengaku dari pos pantau, di beberapa titik di jalintim, sekarang sudah aman,” terangnya.

Senada dengan Teguh, Ridwan (45) juga mengatakan, kalau dulu biasa kita setor di rumah makan, kemudian kita dikawal masuk timbangan, tetapi sekarang tidak lagi. Mudah-mudahan saja tetap begini, sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan kami.

“Kalau di jalan sejauh ini aman dan nyaman, tetapi kalau malam meski sekarang aman kita masih harus waspada jikalau ada yang muncul. Ya maklumlah, mereka tidak sendirian dan kadang memakai senjata tajam. Kurasa kekhawatiran ini wajar dirasakan oleh sopir seperti kami,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, kegiatan penertiban dan penghapusan simbol – simbol kelompok tertentu yang tertera di badan kendaraan angkutan barang dilaksanakan di Terminal Kayuagung sekira pukul 10.00 Wib tersebut, dihadiri langsung Plt Bupati OKI HM Rifa’i, SE didampingi beberapa kepala OPD di ruang lingkup Pemkab OKI.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 350