Berita :: GLOBALPLANET.news

Tiga Komisioner Panwaslu OKI yang mengikuti seleksi ulang di Bawaslu Provinsi Sumsel, dari kiri Ihsan Hamidi, Hadi Irawan dan M Fahrudin,SH. (Foto: Ist)

16 Juli 2018 17:02:00 WIB

OKI, GLOBALPLANET.news - Tiga Komisioner Panwaslu Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terpaksa mengikuti seleksi ulang di Bwaslu Provinsi Sumsel, hal ini karena adanya perubahan dari Panwaslu di Kabupaten/Kota menjadi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut Komisioner Panwaslu OKI, Hadi Irawan, Senin (16/7/2018), dirinya dan dua komisioner panwaslu yang lain yakni, M Fahrudin SH, Ihsan Hamidi terpaksa ikut seleksi ulang dari nol. “Sama seperti peserta tes lainnya ikut seleksi dari nol. Tidak ada pengecualian bagi kami selaku anggota Panwaslu OKI,” katanya.

Dalam seleksi ini, peserta wajib mengikuti tes awal dari tes tertulis hingga fit and propertest hingga bulan Juni 2018, sehingga sebelum tanggal 16 Agustus 2018, seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota seluruh Indonesia telah terbentuk.

Untuk jumlah komisioner, dikatakannya, tergantung jumlah penduduk di masing-masing Kabupaten/Kota, sesuai dengan lampiran UU 7 tahun 2017, dan di OKI dipastikan komisionernya akan menjadi 5 orang. “Dari 3 orang menjadi 5 orang nantinya,” terangnya.

Ia mengatakan, pentingnya permanensasi Bawaslu Kabupaten/Kota dalam rangka kelembagaan demokrasi di Indonesia agar mapan.

“Karena di tingkat Kabupaten/Kota itulah, demokrasi harus dipersiapkan dengan baik, dan harapannya akan menambah meningkatnya demokrasi di Indonesia,” tandasnya.

Bukan hanya Komisioner Panwaslu, seleksi Bawaslu ini juga diikuti oleh Komisioner KPUD OKI yang masa jabatannya akan berakhir pada Januari 2019 mendatang.

” Kalau jabatan di KPUD OKI berakhir Januari 2019 nanti, tapi karena sudah dua periode menjabat tidak bisa ikut seleksi, jadi terpaksa ikut seleksi Bawaslu,” jelasnya.

Reporter : Eko Saputra Editor : M.Rohali 727