Berita :: GLOBALPLANET.news

Tim voli pantai Indonesia yang berhasil menorehkan medali perak dan perunggu pada ajang Asian Games 2018, di Venue Voli Pantai Jakabaring Sport City (JSC) , Selasa (28/8/2018). (Foto: Adi Kurniawan)

28 Agustus 2018 19:18:35 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Gagal merebut medali emas, tim voli pantai Indonesia berhasil meraih tiga medali yakni, 1 medali perak dan 2 perunggu pada Asian Games 2018 di Venue Voli Pantai Jakabaring Sport City (JSC) , Selasa (28/8/2018).

Masing-masing medali tersebut dipersembahkan melalui pasangan Ade Candra Rachmawan/Muhammad Ashfiya, pasangan ini meraih medali perak setelah takluk dari pasangan Qatar, Cherif Younousse Samba/Ahmed Tijan Janko, dengan skor 24-26 dan 17-21 pada laga final.

Sementara untuk medali perunggu sendiri diraih oleh pasangan Gilang Ramadhan/Danangsyah Yudistira setelah mengalahkan pasangan dari China dengan tiga set 21-15, 19-21 dan 15-6. Sedangkan satu medali perunggu lagi dipersembahkan dari tim voli pantai putri pasangan Dhita Juliana/Putu Dini Jasita Utami, usai menaklukkan wakil Kazakhstan, Tatyana Mashkova/Irina Tsimbalova, 21-11 dan 21-10, sehari sebelumnya.

Usai pertandingan, pelatih tim voli pantai Indonesia, Koko Prasetyo Darkuncoro mengakui, memang sangat sulit untuk menaklukan pemain perwakilan dari Qatar, mereka semua sudah level dunia. Tetapi secara prestasi sekarang tentu patut disyukuri, apalagi tidak hanya perak, namun juga meraih perunggu diajang Asian Games ini.

"Mereka sudah berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik buat Indonesia, tetapi inilah hasilnya, kita tetap syukuri walaupun tidak medali emas yang diharapkan," ujarnya.

Sementara itu, pemain voli pantai Indonesia Muhammad Ashfiya mengatakan, pertandingan final sedikit menegangkan. Set pertama mungkin bisa mengimbangi permainan dari Qatar, terlihat kejar mengejar poin terjadi dan akhirnya mampu dimenangkan pertandingan dengan skor 24-26.

"Tadi saya sempat mengalami keram, hal ini dikarenakan dari ketegangan pada partai puncak tadi. Pada set kedua mencoba bangkit, tetapi tim Qatar mampu menemukan permainan terbaiknya dengan pukulan kerasnya, serta pertahanan yang bagus," katanya.

Menurutnya, secara kekuatan perwakilan Qatar memang sudah menjadi perhitungan tim Indonesia, pasalnya kedua pasangan tersebut dari jam terbangnya itu sudah level dunia. Mereka sering mengikuti kejuaraan-kejuaraan dunia sehingga secara pengalaman sudah tingkat dunia, sementara tim Indonesia levelnya masih dibawah mereka.

"Mereka hampir setahun keliling dunia terus, tetapi kita akui memang mereka lebih baik dari kita, sehingga emas yang didambakan itu harus berada ditangan mereka," pungkasnya.

Reporter : Adi Kurniawan Editor : M.Rohali 118