Berita :: GLOBALPLANET.news

Anggota Paskibraka Kabupaten PALI saat dikukuhkan di Gedung Pesos Pertamina Pendopo PALI, Selasa (30/7/2019. (Foto: Eko Jurianto)

30 Juli 2019 19:20:00 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Sebanyak 39 pelajar dari sejumlah SMA di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpilih menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) 2019. Mereka dikukuhkan di Gedung Pesos Komperta Pendopo, Talang Ubi, Selasa (30/7/2019).

Setelah dikukuhkan, anggota Paskibraka ini akan dikarantina untuk menjalani uji mental dan fisik serta kekompakan hingga mendekati peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-74 Tahun 2019. 

"Ada 21 orang Paskibraka putra dan 18 orang Paskibraka perempuan. Mereka akan terus berlatih baik fisik maupun kekompakan sehingga semuanya bisa berjalan lancar," terang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten PALI Drs Darmawi MSi, setelah pengukuhan, Selasa (30/7/2019).

Darmawi menjelaskan bahwa Paskibraka akan menjalani karantina selama lebih kurang dua bulan. "Nanti para pasukan ini akan di gembleng oleh anggota TNI, Polri dan Purna Paskibra Kabupaten PALI selama dua bulan. Mulai dari fisik, mental dan kekimpakan mereka," katanya.

Meski telah dikeluarkannya Peraturan Presiden nomor 71 Tahun 2018 tentang tata pakaian pada upacara kenegaraan dan acara resmi yang mengharuskan Paskibraka Putri atau perempuan menggunakan celana panjang dan tidak menggunakan rok, Kadispora  PALI mengatakan, bahwa pihaknya sudah mendengar adanya aturan tersebut, namun belum bisa untuk diterapkan di Kabupaten PALI saat upacara maupun acara resmi.

"Surat resminya belum sampai ke kita. Jadi Paskibraka Putri saat mengibarkan bendera tetap menggunakan rok dan tidak menggunakan celana panjang," ungkapnya.

Selain itu, kata Darmadi untuk menggunakan celana panjang bagi Paskibraka perempuan di PALI cukup memakan waktu lama untuk pembuatannya.

"Waktunya sudah mepet, ditakutkan kalau kita pesan celana panjang untuk Paskibraka Putri tidak sempat selesai pada 17 Agustus mendatang," jelasnya. 

Reporter : Eko Jurianto Editor : Zul Mulkan 217