Berita :: GLOBALPLANET.news

Alat insinerator saat menginsinerasi sampah. (FOTO: IST)

08 Agustus 2019 19:41:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET.news - Wali Kota Palembang, Harnojoyo, mengatakan Palembang bisa saja masih berpotensi memiliki predikat sebagai salah satu kota besar dengan penanganan sampah yang baik.

Adalah dengan insinerator, alat yang dapat mengubah sampah menjadi tenaga listrik. Pihaknya tengah bergegas menangani permasalahan sampah di setiap sudut kota dengan segera membangun alat insinerasi atau pembakaran sampah (insinerator) yang berlokasi di kawasan Kecamatan Kertapati Kelurahan Keramasan Palembang.

"Targetnya 2022 selesai, adanya insinerator ini karena memang sampah di Palembang itu perhari memproduksi 1200-1500 ton. Sementara kita perhari tanpa insinerator hanya mampu mengatasi sampah 600-800 ton saja," ujar Harnojoyo di Rumah Dinas Walikota Palembang, Kamis (8/7/2019).

Menurutnya program insinerator saat ini sedang berjalan di tahap tender tinggal menjalankan. Karena Palembang baru masuk dalam program penambahan jadi 12 lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah.

Kota Palembang sendiri baru masuk dalam 12 lokasi untuk membangun fasilitas pengolahan sampah sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Sampah.

Bukan hanya sekedar penanganan sampah, Harnojoyo berencana menjadikan destinasi edukasi bagi siswa siswi sekolah apabila insinerator berhasil dibangun. 

"Sekaligus jadi progres program wisata dengan adanya pembangunan insinerator. Ini bisa jadi destinasi wisata ke depan dengan mengedukasi pembelajaran kepada siswa siswa contohnya. Karena yang biasanya berpikir tempat sampah itu bau ini malah jadi wisata. Nantilah, nanti animasinya akan disampaikan," jelas Harnojoyo

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Fernandius, mengatakan pihaknya sebagai salah satu instansi pelaksana yang mengkoordinir pengumpulan sampah ke insinerator sudah melakukan kontrak kerja.

"Sudah tanda tangan kontrak kerja, cara kerja kita (DLHK) mengambil sampah di tempat pembuangan sampah (TPS) di setiap daerah kawasan kecamatan kelurahan. Kalau masyarakat bekerjasama baik akan lebih membantu. Tapi prosedurnya yakni para RT dan RW menyampaikan ke masyarakat untuk membuang ke TPS. Akan kita koordinir yang kemudian langsung dibawa ke insinerator," jelasnya.

Lokasi insinerator diletakkan di Keramasan dengan kapasitas incinerator tersebut bisa menangani sekitar 1000 ton sampah dengan menghasilkan 20 mega.  "Jadi per 100 ton teknologinya 2 mega. Dengan proses penangan tidak ada pemilahan sampah yang langsung masuk (insinerator) penyelesaian adminstrasi 2022 selesai," katanya. 

Insinerator ini kata Alex, nantinya akan berjalan sesuai arahan dari Menteri Maritim RI dengan sistem Build Operate Own (BOO). Pemanfaatan pengelolaan sampah juga memiliki banyak kegunaan lain, salah satunya adalah pembakaran akan menghasilkan listrik.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : AT Alam 352